Perdana, Yoga Difa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Protes Massa Untuk Perubahan Kebijakan Opiumregie : Gerakan Anti-Opium di Hindia Belanda, 1900-1940 Perdana, Yoga Difa
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol 4, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Faculty of Adab and Humanities, Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.40922

Abstract

Abstract: This research focuses on the anti-opium movement in the Dutch East Indies in the early 20th century. This research seeks to answer the problem of the anti-opium movement in the Dutch East Indies; how mass protests for changes in the Opiumregie policy in the anti-opium movement in the Dutch East Indies. I use the Political Sociology approach and Collective Action theory to analyze the competitive action between the government and the people of the Dutch East Indies. The Opiumregie policy, which was expected by the community to regulate the opium trade, was used by the Dutch East Indies Government only for profit, which resulted in a decrease in the level of health and bad behavior of the Dutch East Indies people. This research found that people carried out anti-opium movements in various regions in the Dutch East Indies as a reaction to disappointment with the government in implementing the Opiumregie policy. In addition, this study found that the anti-opium movement carried out by individuals, communities, Islamic organizations, and several private associations had one common goal, namely to demand changes in government policies on opium. Efforts made in the anti-opium movement included building Paviljoen (hospitals and rehabilitation clinics), anti-opium congresses, anti-opium campaigns, and eradicating opium suction equipment.
Protes Massa Untuk Perubahan Kebijakan Opiumregie: Gerakan Anti Opium di Hindia Belanda, 1900-1940 Perdana, Yoga Difa
Socio Historica: Journal of Islamic Social History Vol. 4 No. 1 (2025): Vol. 4, No. 1, Juni 2025
Publisher : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sh.v4i1.40922

Abstract

Penelitian ini berfokus kepada gerakan anti-opium di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Penelitian ini berusaha menjawab masalah tentang gerakan anti-opium di Hindia Belanda; bagaimana protes massa untuk perubahan kebijakan Opiumregie pada gerakan anti-opium di Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan Metode Sejarah untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu tersebut, yang didukung oleh Pendekatan Sosiologi Politik dan teori Collective Action penulis gunakan untuk menganalisis tindakan kompetitif antara pemerintah dengan masyarakat Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Opiumregie yang diharapkan oleh masyarakat dapat mengatur perdagangan opium justru dimanfaatkan Pemerintah Hindia Belanda hanya untuk meraih keuntungan belaka yang mengakibatkan menurunnya tingkat kesehatan dan perilaku buruk masyarakat Hindia Belanda. Penelitian ini juga menemukan bahwa masyarakat melakukan gerakan anti-opium di berbagai wilayah di Hindia Belanda sebagai reaksi atas kekecewaan terhadap pemerintah dalam menjalankan kebijakan Opiumregie. Selain itu, penelitian ini menemukan gerakan anti-opium yang dilakukan oleh individu, masyarakat, organisasi Islam, dan beberapa asosiasi swasta memiliki satu tujuan yang sama, yakni untuk menuntut perubahan kebijakan pemerintah tentang opium. Upaya yang dilakukan dalam gerakan anti-opium ini yaitu dengan membangun Paviljoen (rumah sakit dan klinik rehabilitasi), kongres anti-opium, kampanye anti-opium, dan pembasmian alat-alat hisap opium.