Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERGAULAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMP NEGERI 2 GALESONG UTARA Rika Fitra Amalia; M. Amin Umar; Mursyid Fikri
Journal Central Publisher Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i5.655

Abstract

Latar Belakang : Pergaulan teman sebaya yang positif dapat mendorong motivasi belajar siswa, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Namun, pergaulan yang kurang baik justru dapat melemahkan motivasi tersebut, sehingga berdampak negatif pada sikap dan hasil belajar siswa dalam aspek keagamaan dan moral. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh teman sebaya terhadap motivasi belajar siswa, khususnya pada kelas VII SMP Negeri Galesong Utara. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan sudut pandang deskriptif. Sampel terdiri dari 69 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis menggunakan IBM SPSS 21. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergaulan teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukan melalui hasil analisis regresi linear sederhana yang menghasilkan koefisien regresi sebesar 0,590 yang berarti setiap kali nilai pengaruh teman sebaya bertambah 1 poin maka aka nada peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 0.590. Selain itu karena nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (3.883 > 0,237) maka variabel pergaulan teman sebaya berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Kesimpulan : Pergaulan teman sebaya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa
TUJUAN DAN FUNGSI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ummi Khairi Putri; Rifda Nur Irwani; M. Ridwan Hamzah; M. Amin Umar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan proses pembinaan manusia secara menyeluruh yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan spiritual, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pendidikan Islam memerlukan landasan filosofis yang kuat agar arah, tujuan, dan praktik pendidikannya tetap selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tujuan dan fungsi filsafat dalam pendidikan Islam serta menganalisis relevansinya dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang ditandai oleh sekularisasi, materialisme, dan krisis moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis terhadap sumber primer dan sekunder yang meliputi karya ulama dan pemikir Islam klasik serta kontemporer dalam bidang filsafat pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) menggunakan pendekatan filosofis untuk mengkaji konsep, tujuan, dan fungsi filsafat pendidikan Islam secara sistematis dan kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki tujuan utama membentuk insan kamil, yaitu manusia yang seimbang antara aspek intelektual, spiritual, moral, dan sosial, serta mampu menjalankan perannya sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi. Selain itu, filsafat pendidikan Islam memiliki fungsi normatif sebagai landasan nilai, fungsi teoretis dalam perumusan konsep pendidikan, fungsi kritis dalam mengevaluasi kelemahan sistem pendidikan modern, fungsi praktis dalam memberikan solusi atas problem pendidikan umat, serta fungsi integratif dalam menyatukan ilmu agama dan ilmu umum. Artikel ini menegaskan bahwa filsafat pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menjaga identitas pendidikan Islam dan menjadi pijakan konseptual yang relevan untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi.