Penyakit sistem gastrointestinal merupakan salah satu masalah kesehatan global. Endoskopi, merupakan prosedur diagnostik sekaligus terapeutik dalam evaluasi saluran cerna bagian atas (Esofagogastroduodenoskopi/EGD) maupun bawah (Kolonoskopi). Selain itu, pemeriksaan histopatologi berperan sebagai gold standard dalam penegakan diagnosis keganasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil histopatologi pasien endoskopi gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode Januari 2020 – Juni 2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis dari 47 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 46–55 tahun (36,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,3%). Kolonoskopi merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan (72,3%), dengan indikasi utama BAB berdarah (44,6%), sedangkan EGD paling banyak dilakukan pada kasus disfagia (10,6%). Pada EGD, diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah tumor gaster dan ulkus peptikum (masing-masing 6,4%), sedangkan pada kolonoskopi adalah tumor rektum (29,8%). Gastritis kronik (15%) merupakan hasil histopatologi yang paling sering dijumpai pada EGD, sementara adenokarsinoma (31,9%) mendominasi pada kolonoskopi. Lokasi temuan paling umum adalah gaster untuk EGD (21%) dan rektum untuk kolonoskopi (38,3%).