Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Persentase Pemakaian Komponen Darah Pada Pasien Kanker Tahun 2020-2021 Ilhami Surya Akbar, Teuku; Mardhatillah, Afifah; Zubir, Zubir
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v6i3.2110

Abstract

Komponen darah adalah bahan-bahan yang menyusun darah terdiri dari sel-sel darah, plasma darah, dan bahan-bahan terlarut lainnya. Pasien kanker sering mengalami kekurangan komponen darah akibat sel kanker yang menyerang sel darah itu sendiri atau terapi pengobatan kanker yang menyebabkan anemia sehingga dibutuhkan transfusi untuk memenuhi kebutuhan komponen darah yang tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persentase pemakaian komponen darah pada pasien kanker di Ruang Rawat Bedah dan Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 201 pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil penelitian ini didapatkan pasien kanker yang melakukan transfusi mayoritas adalah 46-55 tahun yaitu sebanyak 34% pada tahun 2020 dan 32,7% pada tahun 2021, jenis kelamin perempuan 67,0% pada tahun 2020 dan 78,8% pada tahun 2021, dirawat di ruang rawat bedah sebanyak 83,5% pada tahun 2020 dan 89,4% pada tahun 2021, dan diagnosis kanker payudara 47,4% pada tahun 2020 dan 57,7% pada tahun 2021. Komponen darah terbanyak yang dipakai pada transfusi pasien kanker adalah PRC (packed red cell) 100% di tahun 2020 dan mayoritas ditransfusikan pada pasien kanker payudara sebanyak 46 orang. Pada tahun 2021 PRC diberikan pada hampir seluruh pasien kanker kecuali 4 pasien yang menggunakan WB (whole blood) dan mayoritas diberikan pada pasien kanker payudara sebanyak 58 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah PRC merupakan komponen darah yang paling banyak ditransfusikan pada pasien kanker dengan diagnosis terbanyak kanker payudara.
Profil Histopatologi Pasien Endoskopi Upper and Lower Gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara Sayuti, Muhammad; Novalia, Vera; Aulia, Nadia; Ilhami Surya Akbar, Teuku
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.24235

Abstract

Penyakit sistem gastrointestinal merupakan salah satu masalah kesehatan global. Endoskopi, merupakan prosedur diagnostik sekaligus terapeutik dalam evaluasi saluran cerna bagian atas (Esofagogastroduodenoskopi/EGD) maupun bawah (Kolonoskopi). Selain itu, pemeriksaan histopatologi berperan sebagai gold standard dalam penegakan diagnosis keganasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi hasil histopatologi pasien endoskopi gastrointestinal di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara periode Januari 2020 – Juni 2022. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif berdasarkan data sekunder rekam medis dari 47 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 46–55 tahun (36,2%) dengan jenis kelamin laki-laki (55,3%). Kolonoskopi merupakan prosedur yang paling banyak dilakukan (72,3%), dengan indikasi utama BAB berdarah (44,6%), sedangkan EGD paling banyak dilakukan pada kasus disfagia (10,6%). Pada EGD, diagnosis yang paling banyak ditemukan adalah tumor gaster dan ulkus peptikum (masing-masing 6,4%), sedangkan pada kolonoskopi adalah tumor rektum (29,8%). Gastritis kronik (15%) merupakan hasil histopatologi yang paling sering dijumpai pada EGD, sementara adenokarsinoma (31,9%) mendominasi pada kolonoskopi. Lokasi temuan paling umum adalah gaster untuk EGD (21%) dan rektum untuk kolonoskopi (38,3%).