Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI ULAMA PEREMPUAN DALAM BUDAYA PARTHIARKHI DI PESANTREN: STUDI ULAMA PEREMPUAN DI KOTA JEMBER Elisa Dourothun Nafis El Adibah; Syafril Wicaksono; M. Khoirul Hadi al Asy'ari
BIDAYAH: STUDI ILMU-ILMU KEISLAMAN Vol. 15 No. 1: ( Juni 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/bidayah.v15i1.2322

Abstract

Berdasarkan kejadian sosiologis di beberapa pesantren, budaya patriarki masih mendominasi. Meskipun pesantren memberikan beberapa kemungkinan bagi perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan pesantren, namun hal tersebut tampaknya tidak mempengaruhi pengertian struktur sosial sebagai bagian dasar interaksi di dunia pesantren. Akibatnya, tidak bisa memuat penafsiran agama, adat istiadat, dan nilai-nilai yang ada di pesantren. Sehingga, pesantren gagal memenuhi harapan perempuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat keberadaan ulama perempuan dalam konteks budaya patriarki di pesantren di Kota Jember. Penelitian ini merumuskan dua pertanyaan yaitu: pertama, bagaimana respon dan negosiasi keberadaan ulama perempuan dalam budaya patrikiarki di pesantren kota Jember?. Kedua, Bagaimana posisi dsn relasi keberadaaan ulama perempuan dalam budaya patrikiarki di pesantren kota Jember?. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian empiris, serta pendekatan studi kepustakaan berdasarkan data deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian ini, kehadiran ulama perempuan dalam budaya patriarki di pesantren memiliki implikasi yang kompleks bagi tumbuh kembangnya pesantren itu sendiri. Studi ini menemukan bahwa, meskipun ada banyak hambatan dalam pendidikan agama dan peran kepemimpinan, ulama perempuan memainkan peran penting dalam pembelajaran agama dan pengembangan karakter di pesantren. Ulama perempuan juga memberikan contoh dalam berperan aktif di masyarakat dan memberikan sudut pandang baru mengenai interpretasi agama. Tetapi, terdapat beberapa tantangan bagi ulama perempuan di pesantren berupa adanya kendala stuktural dalam sistem pendidikan, ketidaksetaraan gender. Berdasarkan hal tersebut, eksistensi ulama perempuan dipesantren kota Jember memberikan makna perjuangan peran perempuan terutama dilingkup pesantren dengan tantangan yang ada. Sehingga kajian ini memperluas kesetaraan gender dan reformasi budaya dipesantren.
APOTEK HIDUP SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BALUNG LOR KABUPATEN JEMBER Syafril Wicaksono; Carissa Setya Ninggar; Yosi Nur Fadilla Istiqomah; Dimas Wahyu Daniar; Arnetha Titis Adinda Putri; Laili Tathmainnul Qulub; Muhammad Khafid Akbar; Citra Kurnia Dewayu Dwijaya
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2025.04.1.7

Abstract

Problem yang di bahas tentang etnografi secara sosio historis di desa balung lor tingkat kesehatan anak, dan melakukan proyek Kembali apotik hidup dengan memanfatan lahan kosong yang ada di sekitar warga dan agar menciptakan kebiasan hidup Sehat sejak dini dengan membangun narasi apotik Hidup sebagai Upaya jangka Panjang dalam melalukan perlawanan dan penurunan stunting yang ada di Desa Balung Lor Kabupaten Jember. Metode penelitian kualitatif dan pendekatan pemberdayaan Masyarakat untuk menjelaskan pertama demografi dan sosial historis yang ada di Desa Balung Lor dan kondisi Tingkat Kesehatan dan anak anak yang ada dan kedua melakukan proyek Kembali apotik hidup dengan memanfatan lahan kosong yang ada di sekitar warga dan agar menciptakan kebaiasan hidup Sehat sejak dini, pendekatan media untuk melakukan dan narasi apotik Hidup sebagai Upaya jangka Panjang dalam melalukan perlawanan dan penurunan stunting  yang ada di Desa Balung Lor Kabupaten Jember, hasil penelitian ini pertama menjelaskan demografi dan sosial historis yang ada di Desa Balung Lor dan kondisi Tingkat Kesehatan anak anak, kedua melakukan proyek Kembali apotik hidup dengan memanfatan lahan kosong di sekitar warga dan agar menciptakan kebaiasan hidup Sehat sejak dini, ketiga membangun narasi apotik Hidup sebagai Upaya jangka Panjang dalam melalukan perlawanan dan penurunan stunting  yang ada di Desa Balung Lor Kabupaten Jember.