Lubis, Ridwan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODERASI DALAM BERAGAMA: MEMBANGUN SOLIDARITAS MELALUI AKHLAK DAN POLITIK Lubis, Ridwan
Journal of Religious Policy Vol. 1 No. 2 (2022): Juli-Desember 2022
Publisher : The Ministry of Religious Affairs, The Republic of  Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/repo.v1i2.19

Abstract

Terdapat perbedaan konsep antara agama dan masyarakat. Agama didorong agar memiliki sikap fanatik yang ikuat terhadap ajaran agamanya. Karena setiap agama melahirkan klaim Terhadap agamanya yaitu kebenaran (truth claim) dan kelamatan (salvation claim). Sikap tersebut apabila tidak diimbangi oleh peningkatan wawasan dan interaksi yang intensif bersama orang yang berbeda keyakinan serta aliran pemahaman akan menimbulkan peluang terjadinya konflik sosial. Selanjutnya dalam kepentingan masyarakat, agama harus melahirkan suasana toleransi dan bahkan dalam arti yang lebih ekstrim, sikap terhadap terhadap agama hendaklah melahirkan semangat kebersamaan. Semangat kebersamaan itu apabila tidak diberikan arahan akan menjurus kepada relativitas iman yaitu dengan memandang semua agama sama benarnya padahal pengakuan terhadap kebenaran ajaran agama tergantung kepada keyakinan para penganutnya. Kehidupan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari dua interaksi yaitu perilaku dan relasi kekuasaan. Dan hal ini akan terus membawa dampak kepada pola kehidupan sosial. Oleh karena itu, diperlukan langkah kebijakan untuk penguatan moralitas serta relasi kekuasaan apalagi agama telah diakui sejak masa yang l;alu sebagai landasan etik, moral dan spiritual pembangunan bangsa. Dalam rangka penguatan pola moderasi kehidupan beragama diperlukan upaya peningkatan budaya literasi moderasi pada semua lapisan sosial.
Mapping kewajiban Guru Bimbingan dan Konseling dalam Peraturan Permendikbudristek No. 25 Tahun 2024 Lubis, Ridwan; Neviyarni, Neviyarni; Syukur, Yarmis
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 02 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0051335ijaccs

Abstract

This study aims to systematically map the obligations of guidance and counseling teachers (BK teachers/counselors) in the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology Number 25 of 2024 and analyze the implications of the changes to the practice of providing guidance and counseling in educational units. By using a normative legal approach (statute approach and conceptual approach) as well as content analysis and norm mapping techniques, this study identifies five core provisions that form the new basis for calculating the workload of BK teachers, namely: (1) the core obligation to serve a minimum of 5 study groups per year (Article 4 paragraph 4), (2) the equivalence of additional heavy tasks equivalent to 3 classes (Article 5 paragraph 1), (3) the equivalence of additional light tasks (?2 tasks) equivalent to 1 class (Article 6 paragraph 5), (4) a minimum limit of 4 classes for BK teachers with other additional tasks (Article 6 paragraph 7), and (5) exceptions for educational units with classes