Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi guru dan anak dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini dalam perspektif hadits Nabi SAW. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase penting dalam perkembangan kognitif, sosial, dan bahasa, di mana peran guru sangat menentukan. Guru bukan hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai teladan dalam membangun komunikasi yang positif dan penuh kasih sayang, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadits-haditsnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di sebuah lembaga PAUD berbasis Islam. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru–anak melalui tanya jawab, pengulangan kosakata, scaffolding, serta pembiasaan salam dan doa, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak. Anak yang semula menggunakan kalimat pendek mampu mengembangkan kalimat lebih panjang, kosakata bertambah, serta keterampilan naratif meningkat. Integrasi nilai-nilai hadits Nabi SAW, seperti kelembutan, kasih sayang, dan berbicara sesuai kadar pemahaman anak, terbukti membangun suasana belajar yang kondusif, sekaligus menanamkan akhlak berbahasa Islami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi guru–anak yang responsif, hangat, dan terintegrasi dengan nilai-nilai hadits Nabi SAW mampu meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini sekaligus membentuk karakter Islami. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga PAUD dalam merancang strategi pembelajaran bahasa berbasis nilai-nilai Islam.