Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS VARIASI GENETIK PADA KERANG Anadara MENGGUNAKAN MARKER RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Siregar, Elsa Manora; Idami, Zahratul; Dur , Sajaratud
JURNAL BIOSENSE Vol 8 No 2 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v8i2.5136

Abstract

Di Indonesia, kerang Anadara dikenal dengan nama umum kerang bulu dan kerang darah. Informasi mengenai variasi genetik spesies ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sidik jari DNA kerang Anadara guna mengidentifikasi polimorfisme dan variasi genetik antar individu dan antarpopulasi. Penelitian ini menggunakan metode analisis keragaman genetik pada populasi kerang Anadara menggunakan aplikasi teknik sidik jadi DNA, jenis primer yang efektif untuk mengidentifikasi pola polimorfisme, dan menentukan kekerabatan yang terbentuk dari teknik sidik jari DNA menggunakan marker Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) menggunakan enam primer yaitu, OPD 20, OPC 02, OPA 2, OPA 13, UBC 101 dan UBC 456. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik RAPD berhasil mengidentifikasi variasi genetik yang signifikan antar individu kerang Anadara. Total 27 pita DNA teramati dengan ukuran berkisar antara 200-3000 pasang basa. Tingkat polimorfisme mencapai 100% dengan rata-rata 5-8 pita polimorfik perprimer. Terdapat satu primer monomorfik dan satu primer tidak ter amplifikasi. Tingkat kemiripan genetik antar individu bervariasi dari 0,68 hingga 1.00, mengindikasikan keragaman genetik yang substantial. Dendogram hasil analisis menunjukkan pengelompokan yang jelas berdasarkan hasil yang di dapatkan dalam PCR-RAPD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode RAPD efektif dalam mengungkap variasi genetik kerang Anadara. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami struktur genetik spesies.
Pengaruh Konsentrasi dari Gliserol Terhadap Plastik Biodegradable Berbahan Pati dari Kulit Singkong Widiarti, Leni; Dur , Sajaratud; Siregar , Aisyah Rafiqah Azla
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1072

Abstract

Indonesia is the second-largest producer of plastic waste in the world, while conventional plastics require a long time to decompose and may generate harmful emissions. Therefore, the development of biodegradable bioplastics has become increasingly important. Abundant cassava peels have potential as a starch source, with glycerol serving as a plasticizer and chitosan as a reinforcing agent. This study aimed to analyze the effect of varying glycerol concentrations (0, 2, 4, 6, and 8 mL) on the functional group characteristics and thermal properties of cassava peel starch–chitosan-based bioplastics. The bioplastics were synthesized by blending starch and chitosan at an 8:2 ratio, followed by the addition of glycerol at different concentrations. Characterization was conducted using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy and Differential Scanning Calorimetry (DSC). FTIR results indicated no formation of new functional groups; however, shifts and broadening of the –OH absorption bands were observed, suggesting physical interactions through hydrogen bonding among starch, chitosan, and glycerol. DSC analysis revealed that glycerol concentration significantly affected the thermal properties of the bioplastics, with the highest melting temperature (Tm) obtained at 6 mL glycerol (160.67 °C) and the lowest at 8 mL glycerol (129.33 °C). The formulation containing 8 mL glycerol exhibited the highest fusion enthalpy (321.73 J/g). These findings indicate that the addition of 6 mL glycerol provides the most optimal plasticization condition with the highest thermal stability, whereas higher glycerol concentrations result in over-plasticization. The optimal formulation shows potential for further development as an environmentally friendly packaging material.