Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Kegiatan Memilah Sampah Pada Anak Remaja Peduli Lingkungan di Desa Sigara-Gara Kabupaten Deliserdang Lumbanraja, Riana; Hutagaol, Merina; Siburian, Lilis; Pakpahan, Ebenezer
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Mei
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v3i2.832

Abstract

Penggunaan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) merupakan salah satu cara efektif untuk mengelola sampah dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia. Dengan menggunakan TPS, masyarakat dapat membuang sampah secara teratur dan terorganisir, sehingga dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit dan polusi lingkungan. Namun, kesadaran masyarakat terhadap sampah masih belum optimal. Banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya mengelola sampah dengan baik dan belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sampah, seperti melalui pendidikan, kampanye, dan pelatihan. Dampak bahaya sampah pada diri sendiri, lingkungan, dan kehidupan sangat signifikan. Sampah dapat menyebabkan polusi udara, air, dan tanah, serta dapat menjadi sumber penyebaran penyakit. Selain itu, sampah juga dapat mengganggu keindahan dan kenyamanan lingkungan, serta dapat membahayakan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi dan mengelola sampah dengan baik, sehingga dapat mengurangi dampak bahaya sampah dan menjaga kebersihan dan keseimbangan lingkungan. Selain itu, anak remaja juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam mengelola sampah dengan baik, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, dan mengembangkan kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, anak remaja dapat memainkan peran yang sangat penting dalam mengatasi masalah sampah pada saat ini dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual Dalam Pendidikan Agama Kristen Terhadap Karakter Kristiani Pakpahan, Ebenezer; Munthe, Bangun; Lumbanraja, Riana
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i2.1483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap pembentukan karakter Kristiani siswa kelas XI di SMK Negeri 14 Medan. Karakter Kristiani yang dimaksud mencakup aspek iman kepada Tuhan, kasih kepada sesama, kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerendahan hati. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pendekatan pembelajaran konvensional yang belum optimal dalam membentuk karakter Kristiani, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mengaitkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan inferensial. Populasi penelitian berjumlah 46 siswa kelas XI, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket tertutup dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi, regresi linier sederhana, uji t, dan uji determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter Kristiani siswa. Nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,666 menunjukkan hubungan kuat antara model pembelajaran kontekstual dan karakter Kristiani. Hasil uji t menunjukkan thitung (5,828) > ttabel (2,018), yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 44,4% mengindikasikan bahwa model pembelajaran kontekstual memberikan kontribusi sebesar 44,4% terhadap peningkatan karakter Kristiani siswa, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain. Secara kualitatif, penerapan pembelajaran kontekstual meningkatkan keaktifan siswa, kerja sama, refleksi diri, dan internalisasi nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.