Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Dengan Penggunaan Media Booklet Dalam Anak Tk (Paud) Prabhudy Pwki Medan Dan Tindakan Penumpatan Gigi Dengan Fissure Sileant Pada Meningkatan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut Siahaan, Yenny Lisbeth; Dewi, Shiska Buwana; Siahaan, Dumamey
JEUMPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): EDISI I
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jeumpa.v2i1.236

Abstract

Karies gigi adalah penyakit gigi kronis (berlangsung lama) yang bisa menyerang siapa saja. Karies gigi terjadi karena adanya bakteri Streptococcus mutans. Mikroorganisme ini menghasilkan asam sehingga menyebabkan gigi mengalami demineralisasi alias kehilangan mineral terus-menerus. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada struktur permukaan jaringan keras gigi. Hal ini ditandai dengan kemunculan bercak putih atau cokelat pada permukaan email (lapisan terluar) gigi. iasanya, gigi geraham dengan pit dan fissure paling dalam dimiliki anak yang gigi tetapnya baru tumbuh, yaitu sekitar usia 6-7 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga memilikinya. Pit and fissure sealant sendiri adalah tindakan penutupan pit and fissure dengan bahan sealant. Biasanya bahan sealant menggunakan resin komposit atau glass ionomer cement. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan anak tentang kesehtan gigi dan mulut, sehingga dapat mencegah terjadinya karies gigi pada anak dengan memberikan penyuluhan dan edukasi sikat gigi bersama-sama kepada anak TK PWKI Medan dengan survey pada nak-anak untuk meningngkaTKan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mlut   Hasil : Observasi. Anak berjumlah 50 orang dapat memahami cara menjaga kebersihan gigi dan mulutnya dengan melakukan demontrasi sikat gigi bersama, melakukan tindakan preventif penambalan gigi  pit and fissure yang dalam. Kesimpulan : Selama tiga kali dilakukan pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan terlihan peningkatan pengetahuan melakukan Preventif dengan penyuluhan dan sikat gigi bersama-sama, Melakukan penumpatan glass ionomer cement .
PERBANDINGAN ANIMASI, LEAFLET, DAN DEMONSTRASI TERBADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI: COMPARISON OF ANIMATION, LEAFLET, AND DEMONSTRATION ON DENTAL CARE KNOWLEDGE AND SKILLS Siregar, Rawati; Nainggolan, Sri Junita; Dewi, Shiska Buwana
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i1.2882

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan menyikat gigi yang rendah. Hal ini dapat mengakibatkan penyakit gigi, dan berdampak pada aktivitas belajar serta mengurangi tingkat kehadiran di sekolah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut melalui edukasi menggunakan media leaflet, animasi tentang pemeliharaan kesehatan gigi, serta demonstrasi teknik menyikat gigi. kegiatan ini dilakukan di D Swasta Orthodox Agia Sophia Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang dengan melibatkan 40 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu untuk kelompok dengan media animasi dan kelompok leaflet untuk menilai tingkat pengetahuan. Setelah penyuluhan dilakukan pada setiap kelompok, dilanjutkan dengan pemberian demonstrasi menyikat gigi kepada seluruh responden pada kedua kelompok. Penilaian dilakukan melalui pretest–posttest untuk mengukur pengetahuan berdasarkan penyuluhan dengan media animasi dan leaflet serta penilaian keterampilan menyikat gigi sebelum dan sesudah diberikan demonstrasi menyikat gigi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan baik pada kelompok animasi meningkat signifikan dari 10% menjadi 70%, sementara pada kelompok leaflet meningkat dari 10% menjadi 35%. Selain itu, keterampilan menyikat gigi pada kedua kelompok juga menunjukkan peningkatan yang besar, di mana kategori baik naik dari 12,5% sebelum demonstrasi menjadi 50% setelah demonstrasi. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah media animasi memiliki persentase pengaruh lebih besar dibandingkan leaflet. Penguatan melalui demonstrasi menyikat gigi juga berperan dalam meningkatkan keterampilan siswa menyikat gigi. Program ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan gigi di sekolah.