Aryan Bayu Aprilyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi jumlah dan durasi waktu rangkaian serangan belaan dalam pencak silat kategori ganda Aryan Bayu Aprilyanto; Kurniati Rahayuni
Bravo's: Jurnal Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Vol 13 No Special Issue 1 (2025): Bravo's: Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Physical Education Departement of University PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/bravos.v13i1/108

Abstract

Pencak silat kategori ganda adalah dimana 2 (dua) pesilat yang memperagakan teknik serangan belaan dan unsur kaidah pencak silat dengan durasi penampilan selama 3 (menit) menit. Salah satu penilaian dalam kategori ganda melinbatkan unsur ketepatan gerakan waktu, sehingga perlu di analisis identifikasi untuk mengetahui keefektifan jumlah dan durasi waktu rangkaian serangan belaan ganda pencak silat. Data mengenai jumlah dan durasi rangkaian serangan belaan dapat digunakan sebagai referensi pelatih dan atlet kategori ganda. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara mengumpulkan, menyusun sajian data, dan setelah terkumpul data dianalisis yang telah tersaji kemudian direalisasikan dalam bentuk diagram dan bisa ditarik kesumpulan dari hasil analisis. Data dikumpulkan dari kejuaraan pencak silat tingkat daerah hingga internasional Dari data 47 vidio yang telah dianalisis. Dari hasil penelitian didapatkan: 1) jumlah rangkaian yang ditampilkan antara 6 hingga 10 rangkaian jurus; 2) jumlah yang dipakai oleh pesilat paling banyak rangkaian yang digunakan sejumlah 8 jurus sebesar 34% (16 kontingen); 3) rangkaian gerakan paling sedikit digunakan adalah 10 rangkaian jurus sebesar 6% (3 kontingen). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa saran ideal penggunaan jumlah jurus yang bisa dipakai yaitu 8 rangkaian jurus dengan rata-rata waktu 13-15 detik per jurusnya, yang dapat menjadi rujukan dalam proses menyusun jumlah dan durasi rangkaian serangan belaan kategori ganda pencak silat.
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Fase C Kelas V Ditinjau Dari Hasil Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI) Pada Pembelajaran Jasmani, Olahraga, Dan Kesehatan Aryan Bayu Aprilyanto; Muhammad alfan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.59229

Abstract

This study aimed to analyze the physical fitness level of fifth-grade Phase C students based on the Indonesian Student Fitness Test (Tes Kebugaran Siswa Indonesia/TKSI) in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning. The study employed a quantitative descriptive research design using a total sampling technique. The participants consisted of 26 fifth-grade students at SDN Percobaan 1, including 16 boys and 10 girls. Data were collected using the Phase C TKSI instrument, which consists of five test items: the Child Ball Test, Move the Ball, Tok Tok Ball Test, the 8 × 10 m Shuttle Run, and the 600-meter Run. The collected data were analyzed using descriptive statistics in the form of frequencies and percentages. The results revealed that the students’ overall physical fitness levels were predominantly in the poor category (34%), followed by moderate (31%), good (22%), very poor (8%), and excellent (5%). Based on gender, male students generally demonstrated physical fitness levels ranging from moderate to good, whereas female students were predominantly classified as moderate to poor. These findings indicate that the physical fitness level of Phase C fifth-grade students remains relatively low, highlighting the need for improvement through more active Physical Education learning, structured exercise programs, and the promotion of healthy lifestyles. The findings are expected to serve as a reference for Physical Education teachers and schools in designing programs to enhance students’ physical fitness.