Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS MODULATION TRANSFER FUNCTION (MTF) DAN CONTRAST-TO-NOISE RATIO (CNR) CITRA CT SCAN UNTUK OPTIMASI KUALITAS CITRA Azhara, Mutiara Fatimah; Dewang, Syamsir; Rosyidah, Ulfah; Astuty, Sri Dewi; Somad, Bannu Abdul
BERKALA FISIKA Vol 28, No 1 (2025): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu parameter utama dalam kualitas citra CT scan untuk penegakan diagnosa adalah   resolusi kontras tinggi, yang dinyatakan dengan Modulation Transfer Function (MTF) dan resolusi kontras rendah, yang dinyatakan dalam contrast-to-noise ratio (CNR). MTF dan CNR menjadi kriteria penting untuk membandingkan protokol dosis tinggi dan dosis rendah, yang bergantung pada karakteristik obyek target. MTF mengkarakterisasi tingkat keburaman pada domain frekuensi sedangkan CNR mengkuantifikasi detektabilitas objek-objek kontras rendah. Penelitian ini menggunakan fantom American Association of Medical Physicists in Medicine (AAPM) sebagai obyek dengan variasi arus tabung dan tebal irisan. Citra dianalisis dengan software Radiant DICOM dan IndoQCT. Pengukuran dilakukan dengan dua variasi yaitu arus tabung 100, 130 dan 150 mA pada tegangan tabung 80 kV dan tebal irisan 2,5 mm. Sedangkan untuk variasi tebal irisan 1,25, 3,75, dan 5 mm pada tegangan tabung 80 kV dan arus tabung 125 mA. Hasil penelitian menunjukkan nilai MTF10 masing-masing variasi arus tabung berturut-turut 0,7 line/mm; 0,7 line/mm; dan 0,8 line/mm. Nilai MTF masing-masing variasi tebal irisan sama yaitu 0,7 line/mm. Nilai CNR pada variasi arus tabung sebesar 2,548; 3,016; dan 3,482 serta pada variasi tebal irisan diperoleh 2,308; 2,613; dan 2,735. Semakin besar nilai arus tabung dan tebal irisan, maka nilai MTF semakin tinggi demikian pula untuk nilai CNR.
Cultural-Based Culinary Product Marketing Communication: A Case Study of Pempek Salisah in Blitar, East Java Sari, Rohmah Nia Chandra; Rosyidah, Ulfah; Arlinda, Silvi Aris
JUSS (Jurnal Sosial Soedirman) Vol 8 No 1 (2025): JUSS (Jurnal Sosial Soedirman)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/juss.v8i1.15980

Abstract

This study aims to examine the integrated marketing communication strategy employed by Kedai Pempek Salisah in introducing pempek—a traditional Palembang dish—in Blitar, a city with a distinct cultural background. Drawing on perception theory and integrated marketing communication, and using a descriptive qualitative approach within a constructivist paradigm, the study finds that Salisah's success lies in preserving the cultural identity of pempek while adapting to local tastes. Consistent communication strategies through social media, word of mouth, taste adjustments, and relatable promotional language help build emotional connections with consumers. The study concludes that effective intercultural communication in culinary marketing requires a balance between cultural preservation and contextual adaptation.
Satirical humor as a tool for political critique: Analyzing the role of MEET NITE LIVE in shaping public perceptions of government policies Rosyidah, Ulfah; Masfuah, Wafirotul
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 4 (2025): April 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i4.359

Abstract

In the digital era, media plays an essential role in shaping public opinion, with alternative media platforms emerging as key players in critiquing government policies. Among these, satirical content has gained significant traction as a method of social critique. This study investigates MEET NITE LIVE, an Indonesian satirical program, to understand how humor and framing techniques are employed to critique government policies and influence public perceptions. By utilizing a qualitative approach that combines Critical Discourse Analysis (CDA) and Content Analysis, the study explores how the host uses satirical humor—particularly irony, sarcasm, and parody—to frame government policies, highlighting inefficiencies, injustices, and contradictions, particularly within the economic and educational sectors.  The research reveals that the humor in MEET NITE LIVE goes beyond mere entertainment. It serves as a tool for social critique, encouraging the audience to critically reflect on pressing socio-political issues. By using humor to expose the flaws in government actions, the show fosters a deeper public awareness, prompting meaningful discussions about the implications of these policies.  This study contributes to a deeper understanding of how satirical media, specifically through programs like MEET NITE LIVE, functions as a tool for political discourse. By analyzing the specific humor techniques employed, such as irony, sarcasm, and parody, the research reveals how satirical content critically engages the public with government policies. It demonstrates the potential of satire not only to entertain but also to stimulate critical reflection on socio-political issues, thereby encouraging a more informed and active public engagement with the implications of government actions  The findings highlight the importance of alternative media in providing a space for open critique, allowing the public to engage with social and political issues that are often overlooked or constrained by mainstream media. These findings emphasize the role of alternative media in expanding the public discourse, which in turn can have a significant impact on shaping opinions and policies.
Strategi Personal Branding Lilis Nuryani Dalam Membangun Citra Politik Di Instagram Pada Pilkada Kebumen 2024 Wafirotul Masfuah; Rosyidah, Ulfah
Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v9i1.15803

Abstract

Perubahan demokrasi keterwakilan ke demokrasi langsung telah merubah secara fundamental bagaimana kandidat atau aktor politik berkomunikasi dengan pemilih. Menguatnya personalisasi politik sebagai konsekuensi demokrasi langsung yang ditandai dengan kecenderungan pemilih berdasarkan preferensi figur daripada partai, menyebabkan para kandidat berlomba-lomba meraih simpati pemilih dengan membentuk citra dan menaikkan popularitas. Di era media sosial, personal branding menjadi strategi penting bagi para politisi untuk meningkatkan citra publik mereka di tengah ketatnya persaingan dan semakin selektifnya publik dalam memilih kandidat. Penelitian ini mengkaji strategi personal branding yang dilakukan oleh Bupati Kebumen terpilih, Lilis Nuryani selama masa kampanye Pilkada 2024 di Instagram. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menunjukkan bahwa Lilis Nuryani cukup berhasil dalam membentuk citra politiknya di Instagram melalui strategi personal branding Circle-P; kompetensi (competency), konektivitas (connectivity), kreativitas (creativity), kontribusi (contribution), dan kepatuhan (compliance). Strategi personal branding dengan pesan yang konsisten dan beresonansi dengan pemilih terbukti mampu meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas. Penelitian ini memiliki keterbatasan dikarenakan analisis hanya dilakukan berdasarkan unggahan konten yang diposting di instagram. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggabungkan teknik pengumpulan data yang lebih kompleks seperti wawancara mendalam dengan tim kampanye Lilis dan juga tim media sosialnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam mengenai strategi personal branding Lilis di media sosial. Kata kunci: Citra Politik; Instagram; Media Sosial, Personal Branding; Pilkada
KOMUNIKASI VISUAL STORYTELLING DALAM VIDEO PROMOSI WISATA PURWOKERTO Rosyidah, Ulfah
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 9, No1 (2025): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v9i1.42763

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas video promosi wisata Purwokerto yang menggunakan teknik visual storytelling untuk menarik audiens dan menyampaikan pesan destinasi wisata. Video ini menggabungkan elemen visual yang menggugah, seperti keindahan alam, aktivitas menarik, dan interaksi sosial, dengan narasi yang menyentuh emosi, memungkinkan audiens merasakan pengalaman yang ditawarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video ini berhasil meningkatkan minat audiens, terbukti dengan tingginya angka engagement di media sosial (1,9 juta views, 91.800 likes, dan 38.200 shares). Peningkatan jumlah wisatawan di Kabupaten Banyumas sebesar 34,2% pada tahun 2024 mencerminkan dampak positif dari promosi melalui media sosial. Keterlibatan pemerintah dalam mendukung promosi wisata dan pembangunan infrastruktur juga berperan penting dalam pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi bahwa teknik visual storytelling dalam video promosi wisata efektif dalam mempengaruhi persepsi audiens dan mendorong mereka untuk mengunjungi destinasi wisata, sambil memperkenalkan keindahan alam serta budaya lokal.