Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etika narasi komunikasi politik yang berlandaskan ideologi Pancasila dalam konteks kehidupan politik di Indonesia. Pancasila, sebagai dasar negara, memiliki nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman dalam membangun narasi komunikasi politik yang demokratis, inklusif, dan mengedepankan keadilan sosial. Dalam penelitian ini, dilakukan analisis terhadap penerapan setiap sila dalam Pancasila dalam praktik komunikasi politik yang bertujuan untuk membentuk persepsi publik yang positif, mengurangi polarisasi, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses politik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, yang mengandalkan studi pustaka, dokumen, serta berbagai referensi terkait dengan teori komunikasi politik dan ideologi Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi politik yang beretika harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti menghormati keberagaman, menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat, serta memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Implementasi etika narasi komunikasi politik berlandaskan Pancasila dapat memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan kualitas demokrasi, dan mendorong tercapainya kesejahteraan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap aktor politik, baik politisi, media, maupun masyarakat, memiliki tanggung jawab besar dalam membangun narasi yang berlandaskan Pancasila untuk menciptakan komunikasi politik yang lebih beretika. Penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam narasi politik dapat mengurangi ketegangan sosial dan mendorong tercapainya tujuan bersama, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan bersatu.