Islamiyah, Annisa Bela
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Media Tradisional vs Media Baru dalam Mempromosikan Budaya Berkelanjutan Islamiyah, Annisa Bela; Ningsih, Sifani Estu; Rahmawati, Aida Devita; Setiawan, Ahmad Fauzy; Purwanto, Eko
CONVERSE Journal Communication Science Vol. 2 No. 1 (2025): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/converse.v2i1.4249

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perbedaan fungsi dan kontribusi media tradisional dan media baru dalam promosi budaya berkelanjutan. Fokus kajian meliputi cara penyampaian pesan, jangkauan audiens, interaksi, efektivitas komunikasi, dan respons masyarakat. Tujuan akhirnya adalah merumuskan strategi komunikasi budaya yang adaptif dan relevan di era digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini menganalisis peran kedua jenis media dalam menyampaikan pesan budaya berkelanjutan. Data dikumpulkan dari literatur ilmiah, dokumen digital, dan konten media massa, lalu dianalisis dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema, membandingkan representasi budaya, dan menilai efektivitas komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tradisional unggul dalam kredibilitas dan pelestarian budaya, serta menjangkau generasi lebih tua, namun kurang interaktif. Sebaliknya, media baru lebih efektif menjangkau generasi muda melalui pendekatan partisipatif dan interaktif. Media baru juga memungkinkan penyebaran budaya secara global, meskipun berisiko menyederhanakan makna budaya dan mendorong komodifikasi. Kedua jenis media memiliki kelebihan masing-masing dan berpotensi saling melengkapi. Sinergi keduanya, melalui strategi komunikasi integratif, dapat memperkuat promosi budaya berkelanjutan. Konvergensi ini dianggap sebagai pendekatan ideal untuk menjaga ekosistem budaya di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital di semua kalangan guna menjembatani kesenjangan digital dan memperluas partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya. Kolaborasi antara media tradisional dan media baru menjadi kunci strategis dalam membangun narasi budaya yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.