Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN RELAWAN PAJAK DALAM PELAPORAN SPT TAHUNAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI SEBELUM TRANSISI KE CORETAX Handayani, Erna; Julyanti, Ketut; Putri, Ni Nyoman Tri Sulensi; Rarasati, Ni Putu Jeny; Widhiyantara, I Nyoman; Nabila, D. Tialurra Della
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2025
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v5i2.1848

Abstract

Relawan Pajak memainkan peran penting dalam mendukung pelaporan SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi, khususnya di masa transisi sistem administrasi perpajakan di Indonesia. Transisi ini memunculkan berbagai tantangan, termasuk munculnya stigma negatif dari masyarakat terhadap sistem baru yang dianggap rumit dan belum sepenuhnya dipahami. Hal ini berpotensi menurunkan tingkat kepatuhan dan memengaruhi penerimaan pajak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak serta menjaga stabilitas penerimaan pajak di tengah perubahan sistem DJP Online menuju Coretax. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di KPP Mataram Barat melalui berbagai metode seperti konsultasi, asistensi, dan pendampingan teknis dalam pengisian formulir SPT 1770 SS dan 1770 S. Relawan Pajak bertugas memberikan bimbingan langsung kepada wajib pajak, menjelaskan prosedur pelaporan, serta membantu dalam mengatasi kendala teknis selama proses pengisian SPT. Berdasarkan data dari KPP Pratama Mataram Barat per 31 Maret 2025, tercatat sebanyak 32.201 SPT Tahunan telah dilaporkan tepat waktu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan relawan pajak meningkatkan kepuasan wajib pajak terhadap layanan perpajakan. Dampaknya, kepercayaan wajib pajak terhadap sistem perpajakan mulai pulih dan berdampak positif terhadap peningkatan kepatuhan serta penerimaan pajak selama masa transisi.
UPAYA PENINGKATAN PERTANIAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DAN PESTISIDA NABATI OLEH MAHASISWA KKN Suroso, Agus; ]Suroso, Agus; Zulkifli, Febrian; Ihsan, Muhammad Hendrik Lazwardi; Nurmala, Intan; Windriani, Ni Nengah Dira; Mustika, Suryapati Rizky; Sofyani, Wiwik Amalia; Febriana, Baiq; Julyanti, Ketut; Assahbani, Muhammad Syahid Agil; Rahma, Siti Maylitha
Jurnal Wicara Vol 3 No 5 (2025): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mfey3n52

Abstract

Pertanian merupakan sektor utama bagi masyarakat Desa Tanak Beak, Lombok Tengah, di mana sekitar 78,98% penduduk berprofesi sebagai petani. Namun, praktik pertanian setempat masih menghadapi kendala serius, antara lain ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia yang berdampak negatif terhadap kesuburan tanah, kesehatan lingkungan, serta menambah beban ekonomi petani. Alternatif yang ditawarkan adalah penggunaan pupuk organik padat dan pestisida nabati berbahan lokal, yang selain ramah lingkungan juga lebih ekonomis. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram hadir untuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, sehingga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis serta mendukung pertanian berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi survei permasalahan, sosialisasi, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan pestisida nabati, serta pendampingan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2025 dengan melibatkan 31 peserta dari kelompok tani, aparat desa, siswa, dan masyarakat umum. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sebelumnya belum memahami cara pembuatan pupuk organik maupun pestisida nabati. Melalui pelatihan, pupuk organik padat yang dihasilkan telah memenuhi indikator kematangan seperti aroma tanah segar, warna coklat kehitaman, penyusutan volume, dan suhu stabil. Sementara itu, pestisida nabati berbahan bawang putih, daun sirsak, dan serai dapat langsung digunakan setelah 24 jam pasca pembuatan. Antusiasme peserta tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif selama sosialisasi dan praktik lapangan. Kegiatan KKN PMD ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dan menghadirkan solusi pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.