Wahyuni, Sri Dewi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bentuk Akulturasi Budaya Jawa pada Tradisi Rebo Wekasan di Masjid Wali Al-Makmur, Desa Jepang, Kabupaten Kudus: Forms of Javanese Cultural Acculturation in Rebo Wekasan Tradition at Masjid Wali Al-Makmur, Japan Village, Kudus Regency Wahyuni, Sri Dewi; Anggraeni, Sri Prastiti Kusuma
CARAKA Vol 11 No 2 (2025): JUNI
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i2.19442

Abstract

Tradisi Rebo Wekasan merupakan salah satu yang dipercaya masyarakat dan dijadikan Tradisi yang di dalamnya terdapat penggambaran bentuk akulturasi budaya Jawa. Dengan itu, penelitian ini terfokus pada dua hal yang menjadi rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimana prosesi akulturasi budaya Jawa yang terjadi pada Tradisi Rebo Wekasan di Masjid Wali Al-Makmur?, 2) Bagaimana bentuk akulturasi budaya Jawa pada Tradisi Rebo Wekasan di Masjid Wali Al-Makmur?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mendeskripsikan prosesi akulturasi budaya Jawa yang terjadi pada Tradisi Rebo Wekasan di Masjid Wali Al-Makmur, 2) Mendeskripsikan bentuk akulturasi budaya Jawa pada Tradisi Rebo Wekasan di Masjid Wali Al-Makmur. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan folklor. Folklor dimasyarakat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan sifat jujur, cinta kasih dan tanggung jawab dalam sikap dan perilaku yang dicerminkan dari Sunan Kudus pada saat menyebarkan agama islam yang menjadikan adanya Tradisi Rebo Wekasan. Dengan adanya Tradisi Rebo Wekasan yang didalamnya diadakannya pengambilan air salamun, masyarakat percaya jika tidak dilakukan pengambilan air salamun, maka akan terjadi mala petaka dan bala penyakit yang berdatangan. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui kajian folklor dan memberikan hubungan erat antara kepercayaan budaya lokal dan bentuk ajaran baru yang ada di masyarakat Jawa.