Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Klien Diabetes Melitus Di RSUD Ibnu Sina Arsya, Nadya Priska; Eka Sari, Diah Jerita; Suminar, Ervi
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v6i1.9541

Abstract

Diabetes Melitus tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikontrol melalui lima pilar penatalaksanaan diabetes, yaitu edukasi, terapi gizi, pengobatan medis, aktivitas fisik, dan pemeriksaan gula darah mandiri. Salah satu tantangan utama pada pasien Diabetes Melitus adalah pengendalian kadar gula darah, yang memerlukan modifikasi gaya hidup, termasuk aktivitas fisik teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah klien di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 703 klien, dengan sampel sebanyak 259 orang yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Chi-Square melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengah dari klien Diabetes Melitus yang menjalani kontrol di Klinik Penyakit Dalam RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (49,03%). Sebagian besar klien (82,24%) memiliki kadar gula darah sewaktu (GDA) dalam kategori normal. Analisis data menunjukkan nilai P = 0,03 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan signifikan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus. Aktivitas fisik yang teratur berkontribusi pada pengendalian kadar gula darah, sehingga dapat menjadi salah satu komponen penting dalam penatalaksanaan Diabetes Melitus.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI PANTI JOMPO LESTARI MENGANTI KAB. GRESIK Suhartanti, Oktalia; Suminar, Ervi; Eka Sari, Diah Jerita; Fitrianur, Widya Lita
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i1.443

Abstract

Lansia rentan mengalami masalah psikososial yang dapat menimbulkan gangguan salah satunya depresi. Lansia sangat membutuhkan pendampingan dan dukungan keluarga untuk menekan angka depresi. Dukungan keluarga salah satu terapi untuk menurunkan depresi pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di Panti Jompo Lestari Menganti Kabupaten Gresik. Desain penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 31 lansia dengan sampel sebanyak 31 lansia, menggunakan metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan kuesioner dukungan keluarga. Penelitian ini mengunakan Uji Spearman rank. Hasil penelitian dukungan keluarga sebagain besar kurang ada 17 lansia (55%), hasil penelitian depresi hampir seluruhnya normal ada 29 lansia (94%). Hasil uji statistik spearman rank didapatkan p-value 0.136 ? 0.05. Tidak ada hubungan dukungan keluarga terhadap depresi lansia di Panti Jompo Lestari, Menganti, Kabupaten Gresik.
The Effect of Providing Health Education on Transmission Prevention Behavior and Treatment Compliance Among Tuberculosis Patients Using the Health Belief Model Approach Widiharti, Widiharti; Eka Sari, Diah Jerita
Fundamental and Management Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2022): OCTOBER 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/fmnj.v5i2.43446

Abstract

Introduction: Public health problems are multicausal and therefore the solution must also be a multidisciplinary approach. Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by infection with Mycobacterium tuberculosis (MTB). Tuberculosis is one of the 10 most common causes of death in the world. However, not all patients have been found, treated, and reported to the national information system. Method: Design was used observational analytic with a cross-sectional approach. The population used in this study were all TB patients in health services. The sample size were 37 patients. The sampling was simple random sampling. The analysis used the chi-square test and logistic regression test with a significant value of <0.05. Results:  The results showed that there was a correlation between transmission prevention behavior and treatment compliance with perceived susceptibility with a p-value of 0.013, and there was a correlation between transmission prevention behavior and treatment compliance with perceived benefits p=0.005.The logistic regression test result showed that the most related transmission prevention behavior and treatment compliance using the health belief model on perceived susceptibility, perceived benefits, and cues to action. Conclusion: The research results showed that a correlation between transmission prevention behavior and treatment compliance, namely perceived susceptibility, perceived benefits, and cues to action.