Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Simbol-Komunikasi Budaya dalam Arsitektur Masjid Lautze 2 Melalui Teori Semiotika Charles Sanders Peirce Aras, Taufik Setyadi; Hifajar, Wahyu; Kancana, Selmabelle Garluisya Simbar; Sya'ban, Feni Khairunnisa; Hafiz, Nabil Dwika
Jurnal Artefak Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i1.16686

Abstract

The research aims to examine and describe how the symbols contained in the architecture of the Lautze 2 Mosque function as a medium of cultural communication. Using Peirce's semiotics approach, this study analyzes the visual and structural elements of mosques that reflect the cultural and religious values of the community. The mosque is unique in that it combines two different cultural traditions in one sacred building. This phenomenon raises questions about how communication and cultural symbols are integrated into the architecture of mosques and what their implications are for the identity of the community. The research uses a qualitative method with semiotic analysis, where data is collected through direct observation and literature study. The results of the analysis show that the existing symbols, such as building shapes, ornaments, and colors, not only serve as aesthetic elements but also convey deep moral and spiritual messages. The research identified three categories of signs according to Peirce: icons, indexes, and symbols, each of which has an important role in establishing the architectural meaning of mosques. The elements analyzed include the front façade, pulpit, calligraphy, and mosque partition ornaments. The results of the study show that 1) Mosque architecture integrates Islamic and Chinese cultural symbols, creating a visual narrative of intercultural harmony and inclusivity, 2) The combination of Islamic and Chinese elements presents a unique cultural synthesis, and 3) The existence of the Lautze 2 Mosque affirms the identity of Chinese Muslims while conveying the message of intercultural harmony in Indonesia.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENULISAN DESKRIPSI ETNOGRAFIKA DI MUSEUM SRI BADUGA JAWA BARAT Aras, Taufik Setyadi; Sukmani, Khoirun Nisa Aulia; Sya'ban, Feni Khairunnisa
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i2.35595

Abstract

Museum saat ini menjadi lembaga yang keberadaanya penting bagi pelestarian dan pengembangan kebudayaan di Indonesia. Museum Sri Baduga merupakan museum negeri provinsi Jawa Barat yang berlokasi Kota Bandung. Sri Baduga memamerkan lebih dari 5000 koleksi, yang diklasifikasikan menjadi beberapa jenis koleksi, yaitu geologika, biologika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filologika, dan etnografika. Sayangnya, sebagian besar koleksi khususnya etnografika masih disimpan di ruang penyimpanan dan belum dapat dipamerkan. Hal ini menjadi kekhawatiran akan kelestarian koleksi tersebut di masa depan apabila tidak segera dideskripsikan. Pengelolaan koleksi tentu tidak hanya sebatas memberi deskripsi koleksi saja, namun merupakan serangkaian kegiatan mulai dari pengadaan koleksi, registrasi dan inventarisasi, perawatan, penelitian, penulisan deskripsi, hingga koleksi tersebut disajikan di ruang pamer. Oleh karena itu, tim PKM Prodi Antropologi Budaya ISBI Bandung melaksanakan pengabdian dengan tema pelatihan dan pendampingan penulisan deskripsi koleksi etnografika di Museum Sri Baduga Kota Bandung dengan tujuan adanya peningkatan pengetahuan pada staf museum khususnya bagian koleksi dalam mendeskripsikan koleksi etnografika. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah pelatihan, bimbingan teknis dan pendampingan. Hasil dari kegiatan ini sebanyak 9 koleksi etnografika berhasil dideskripsikan, yaitu Tanggungan Oncom, Kembu, Dondang/Jodang, Kukuyaan, Kujang, Keris, Tetenong, Kain Panjang Garutan, dan Sééng Tembaga (Dandang Tembaga). Selain menuliskan deskripsi, peserta pelatihan juga melakukan inventarisasi dan dokumentasi ulang sesuai kondisi koleksinya saat ini. Hasil dari inventarisasi, dokumentasi, dan penulisan deskripsi dari sisi bahasa (pemakaian EYD) sudah baik, namun kedalamannya masih kurang karena memang diperlukan riset/penelitian lebih lanjut pada koleksi-koleksi yang akan dideskripsikan tersebut.