Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Telaah Tugas dan Tanggung Jawab Guru di Era Society 5.0 Yusfita Sari; Jihan Salma Pusaka; Farouq Al-Ashil; Rully Hidayatullah; Hadeli Hadeli
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2025): Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i3.1643

Abstract

Social transformation brought by the Industrial Revolution 4.0 has led to the emergence of Society 5.0, where technology is integrated into all aspects of life. In education, this presents both challenges and opportunities, especially for teachers whose roles and responsibilities have become increasingly complex. This article aims to analyze the strategic role of teachers in shaping student competencies relevant to the demands of the 21st century. Using a descriptive qualitative approach and library research method, the study refers to constructivism, connectivism, and the 21st Century Skills Framework. The findings highlight that teachers must balance mastering educational technology with instilling character values in students. Their responsibilities include fostering critical thinking, communication, collaboration, creativity (4C), promoting digital literacy, and preparing students as global citizens. The study concludes that teachers are key agents of educational transformation in the Society 5.0 era, and their readiness in handling technological, pedagogical, and moral demands is vital to the future of education.
Pernikahan Sesuku dan Identitas Budaya Minangkabau di Era Globalisasi Yusfita Sari; Frizti Mayendi; Hoktaviandri Hoktaviandri
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 4 (2026): April
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat Minangkabau, adat istiadat yang didasarkan pada sistem kekerabatan matrilineal melarang pernikahan sesuku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis signifikansi larangan pernikahan sesuku dalam identitas budaya Minangkabau di tengah konteks globalisasi. Konsep pernikahan dalam tradisi Minangkabau, landasan filosofis larangan pernikahan sesuku, serta dampak dan perubahan opini publik terkait hukum ini merupakan beberapa topik yang diteliti. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka (penelitian perpustakaan), yang mencakup pemeriksaan berbagai bahan literer yang berkaitan dengan adat, kekerabatan, dan transformasi sosial dalam masyarakat Minangkabau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larangan menikah dengan suku yang sama memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial, memperluas jaringan kekerabatan, dan mempertahankan garis keturunan yang berbeda. Namun, di era globalisasi, nilai-nilai kontemporer seperti kebebasan individu dan akal sehat mulai membentuk cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, terhadap norma-norma tradisional tersebut. Akibatnya, terjadi benturan antara keinginan individu dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi oleh masyarakat secara keseluruhan. Namun, adat Minangkabau tetap bertahan dengan cara bernegosiasi dan beradaptasi dengan masa kini. Oleh karena itu, larangan menikah dengan suku yang sama masih penting sebagai komponen identitas budaya, tetapi memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual untuk memastikan bahwa larangan tersebut masih relevan mengingat dinamika masyarakat kontemporer.