Dalam konteks transportasi, teknologi ini berperan penting dalam membentuk sistem transportasi yang lebih cerdas, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Penerapan IoT dalam bidang transportasi dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, seperti manajemen lalu lintas berbasis sensor, kendaraan otonom, sistem pemantauan kondisi jalan, serta pelacakan kendaraan secara real-time. Teknologi ini memungkinkan pihak pengelola transportasi untuk mengambil keputusan berbasis data, meningkatkan keselamatan, serta mengurangi kemacetan dan konsumsi bahan bakar. Selain itu, integrasi IoT juga mendukung pengembangan layanan transportasi publik yang lebih adaptif dan user-friendly.Namun demikian, penerapan IoT dalam transportasi tidak terlepas dari berbagai tantangan. Permasalahan seperti keamanan data, privasi pengguna, keterbatasan infrastruktur, serta interoperabilitas antarperangkat masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komprehensif dalam mengatasi tantangan ini, termasuk regulasi yang jelas, penguatan infrastruktur digital, dan peningkatan literasi teknologi bagi para pemangku kepentingan. Secara keseluruhan, pemanfaatan IoT dalam sektor transportasi memberikan peluang besar dalam menciptakan sistem transportasi masa depan yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi IoT dan memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat.