Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Manajemen Rancang Kota pada Pengelolaan Kawasan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Semarang Ningrum, Aryani Praba; Nusantara, Danna Prasetya; Mussadun, Mussadun
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.203-220

Abstract

Mengingat adanya urgensi untuk menormalisasikan Sungai Kanal Banjir Timur, maka Pemerintah Kota Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Pusat untuk melakukan pemindahan kegiatan perindustrian di sepanjang Jalan Barito untuk menempati lokasi baru di dalam Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Lokasi kawasan industri tersebut telah memenuhi syarat dan digunakan untuk membangun Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau kondisi, merumuskan strategi dan mengembangkannya skenario yang tepat untuk pengelolaan kawasan industri Sentra IKM di Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan melalui dokumen, kajian literatur dan best practice terkait manajemen pengelolaan kawasan industri. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Penggunaan metode Linear Responsibility Chart juga digunakan untuk menggambarkan peran dan tanggung jawab individu atau tim dalam suatu proyek, tugas, atau aktivitas Hasil analisis menunjukkan kondisi ideal pengelolaan kawasan industri Sentra IKM di Kota Semarang memerlukan konsep manajemen stakeholder yang baik agar pengembangan kawasan ini dapat berjalan dengan maksimal. Dari penelitian juga ditemukan adanya gap implementasi prinsip dan komponen pengelolaan kawasan kerjasama yang tercermin pada prinsip aktor dimana terdapat kurangnya pemetaan yang jelas mengenai peran dan keterkaitan stakeholder dan pada prinsip strategi dimana masalah muncul akibat tidak adanya skenario manajemen waktu yang memadai, ketergantungan yang tinggi pada anggaran pemerintah untuk biaya, dan kurangnya pelatihan bagi SDM dalam aspek pemasaran dan komunikasi. Kesemua elemen ini menghambat efektivitas dan keberlanjutan dalam pengelolaan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan Sentra IKM Kota Semarang sudah menerapkan manajemen rancang kota dengan pendekatan keberlanjutan sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Namun, masih terdapat kelemahan dalam pemetaan peran stakeholder, ketergantungan pada anggaran pemerintah, kurangnya pelatihan SDM, dan belum adanya sanksi hukum bagi pelanggar. Sehingga perlu adanya perbaikan dalam pemetaan aktor, diversifikasi sumber pembiayaan, pelatihan, dan penegakan hukum agar pengelolaan kawasan lebih efektif dan berkelanjutan. 
Konsep Pembangunan Kota Inklusif Melalui Penataan Pedestrian di Kawasan Kota Lama Semarang Ningrum, Aryani Praba
Jurnal Riptek Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35475/riptek.v19i1.300

Abstract

Semarang Old Town is a site that has a distinctive cultural image featuring classic-colonial architectural buildings which are an important historical part of the city of Semarang. The developments occurring in the Semarang Old Town area today, which has experienced an increase in its function as a tourist destination, are experiencing several new dynamic challenges and experiencing inequality, especially those related to mobility and accessibility, which are manifested in pedestrian arrangements. To reach several points in a comprehensive manner, the Semarang Old Town area must make itself an image of a walkable area for all groups. The Inclusive Town concept emphasizes the importance of integrating and taking into account community diversity in city planning and development. When this concept is applied to pedestrian planning in cultural heritage areas, the aim is to create a pedestrian environment that is accessible to all levels of society, including people who have special needs, as well as those from various cultural backgrounds. This research focuses on studying factors that must be taken into account, especially aspects of pedestrian planning that are friendly to all groups in cultural heritage areas. This research uses a literature review method related to inclusive cities relating to accessibility and pedestrians, as well as a comparative study of inclusive city planning which is considered successful in terms of pedestrian planning. This research produces several aspects that must be developed in governance to create an inclusive city, including universal accessibility, pedestrian safety, ease of access, sidewalk design, street furniture, and consideration of users with special needs. Through the realization of an inclusive city, it is hoped that the Semarang Old Town area will adapt and transform in providing cultural space for the community Kata Kunci:Semarang old town, cultural heritage, inclusive city, pedestrian Â