Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Digitalisasi Laporan Produksi Harian di Industri Manufaktur Untuk Meningkatkan Efisiensi dan Akurasi Data Wely Teguh Setyawan; Hendi Herlambang; Tri Ngudi Wiyanto
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 9 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss9pp3445-3454

Abstract

The development of science and technology is increasingly rapid, including in the industrial world in the production and manufacturing sectors, technology is increasingly used in improving company performance. In the Manufacturing Industry, including the Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) sector, it continues to strive to improve operational efficiency and productivity. This digitalization has been key in this effort. Through the integration of digital technology, companies can automate their production processes, increase visibility over operational performance, and make informed decisions. Prior to digitization, daily reporting often involved manually collecting data from various sources, such as production machines, operators, and physical work daily sheets. This can lead to errors in data entry, delays in processing and difficulty interacting data from different systems. This digitalization training aims to improve operational efficiency, improve data accuracy, and increase the accessibility of production information, such as knowing the process or flow in making daily reports to visualizing production data so as to make it easier for the Operations and Management Team to monitor factory productivity.
Identifikasi Penyebab Cacat Produk Corrugated Medium Paper Menggunakan Metode Fmea (Failure Mode & Effect Analysis) Ifan Aly Rifqi; Hendi Herlambang; Tri Ngudi Wiyatno
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 9 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss9pp3556-3568

Abstract

This research aims to identify the causes of production defects in Corrugated Medium Paper (CMP) products at a paper manufacturing company using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. Based on observations and production data from the period of September to December 2024, it was found that the product defect rate reached 2%, exceeding the company’s target of 0.3%. The main type of defect identified was unstable grammage, with the highest Risk Priority Number (RPN) of 128, indicating the need for special attention. The FMEA method was applied through nine stages to analyze failures in the production process. The analysis results show that the primary causes of product defects involve human factors, machinery, raw materials, methods, and the environment. One significant cause was operator inaccuracy during the raw material sorting process, substandard raw material quality, and lack of maintenance on machine components such as the Auto Valve Dilution. The analysis was complemented with a Fishbone Diagram to identify the root causes of the problem. Improvement recommendations include enhanced supervision during raw material sorting, more rigorous inspections every 30 minutes during production, and regular checks and repairs on critical machine components. The implementation of these measures is expected to minimize production defects, improve product quality, increase productivity, and reduce company losses
Perencanaan Pemeliharaan Mesin Injection Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Produksi Komponen Karet Otomotif Muhammad Ihsan Aprilianto; Ikhsan Romli; Hendi Herlambang
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan (in press)
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.1063

Abstract

Perusahaan produksi komponen karet menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya frekuensi kerusakan mesin injection yang berdampak pada downtime produksi, degradasi kualitas output, dan eskalasi biaya operasional. Studi ini menganalisis lima mesin injection (unit 3, 4, 12, 16, dan 20) berdasarkan data historis kerusakan periode Januari–Desember 2024. Metodologi penelitian menerapkan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) yang mengintegrasikan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), dan Task Selection untuk evaluasi komprehensif. Analisis kuantitatif menggunakan distribusi probabilitas (lognormal, Weibull, dan normal) dalam perhitungan Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR) melalui software Minitab 22. Hasil FMEA mengidentifikasi komponen Screw pada Injection 16 sebagai elemen paling kritis dengan Risk Priority Number (RPN) 288. Analisis LTA mengungkap 67% mode kegagalan terdistribusi dalam kategori Outage Problem (53%) dan Economic Problem (14%), dengan 73% bersifat non-evident yang memerlukan condition monitoring. Interval perawatan optimal yang ditetapkan meliputi: Injection 3 (140.2 jam), Injection 4 (578.8 jam), Injection 12 (622.6 jam), Injection 16 (337 jam), dan Injection 20 (185 jam). Implementasi strategi pemeliharaan berbasis RCM berpotensi mengurangi downtime hingga 60% dan meningkatkan availabilitas mesin secara signifikan, memberikan kontribusi praktis bagi optimalisasi operasional manufaktur.
Penurunan Cacat Dakon Pada Proses Forging Menggunakan Metode FMEA di PT Komatsu Undercarriage Indonesia Enang Ashar Suryono; Hendi Herlambang; Tri Ngudi Wiyatno
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i1.3859

Abstract

PT KUI (Komatsu Undercarriage Indonesia) memproduksi berbagai komponen undercarriage untuk alat berat khususnya excavator dan bulldozer. Komponen utama yang diproduksi antara lain link assy, shoe assy, roller, carrier, sprocket, shaft, dan segment teeth. Roller merupakan salah satu komponen yang terberat. Komponen tersebut diproduksi melalui proses forging dengan berat material hingga 112 kg pada temperatur antara 1150-1250°C. Pada kondisi tersebut, terdapat kemungkinan terjadinya deformasi plastis yang dapat menimbulkan cacat produk yang dikenal dengan istilah dakon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sumber permasalahan dengan menerapkan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Melalui pendekatan tersebut, diperoleh RPN (Risk Priority Number) yang menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas perbaikan yang diperlukan untuk mengurangi cacat dakon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kaizen yang meliputi penambahan kipas pendingin untuk mencapai suhu optimal, pengaturan kecepatan konveyor, dan standardisasi prosedur mampu menurunkan cacat dakon secara signifikan dari 39,7% menjadi 0% (zero dakon).
Optimalisasi Lead Time Pengadaan Spare Parts Melalui Penerapan Value Stream Mapping (VSM) dan Material Requirement Planning (MRP) di PT XYZ Sartono; Ikhsan Romli; Hendi Herlambang
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i2.4950

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang berfokus pada produksi bumbu penyedap makanan dan telah memiliki reputasi tinggi ditingkat nasional. Saat ini, perusahaan sedang menghadapi sejumlah permasalahan dalam proses produksinya, khususnya terkait lead time pengadaan spare parts yang cukup lama, sehingga mengakibatkan terganggunya kelancaran operasional produksi. Tingginya lead time kerap kali dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya adalah perencanaan kebutuhan material yang kurang akurat, ketergantungan yang tinggi terhadap pemasok eksternal, serta adanya proses pengadaan yang rumit. Penerapan metode Value Stream Mapping (VSM) memungkinkan perusahaan untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap aliran proses pengadaan spare parts, sekaligus mengidentifikasi berbagai bentuk pemborosan (waste) yang terjadi pada setiap stasiun kerja. Selain itu, implementasi metode Material Requirement Planning (MRP) berperan dalam meningkatkan ketepatan pengelolaan persediaan, yang memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan spare parts secara tepat waktu sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kelebihan stok. Melalui penerapan kedua metode tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk proses pengadaan mengalami penurunan signifikan, dari semula 48.060 menit atau setara dengan 100 hari menjadi 27.420 menit atau sekitar 57 hari. Integrasi antara pendekatan VSM dan MRP memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan efisiensi proses pengadaan spare parts di PT XYZ.