Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menuju Desa Mandiri Budaya: Penguatan Promosi dan Branding Melalui Integrasi Potensi Wisata dan UMKM di Kalurahan Wirokerten Zahra, Amila Safwah; Solihah, Sayidah Ummul; Hidayah, Dina Laelatul; Setyonugroho, Bagas; Namira, Syaakira Aulia; Zahra, Bryliant Putri; Havid, Fachrezi; Sakir, Sakir
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Rekonstruksi Pendidikan di Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.81.1370

Abstract

Wirokerten Tourism Village, located in Banguntapan District, Bantul, Yogyakarta, is a tourist destination that combines cultural richness, culinary diversity, and natural beauty with an authentic tourism concept. This study aims to analyze the role of the community in developing an independent, culture-based tourism village. The method used is Asset-Based Community Development with four stages: preparation stage, implementation stage, monitoring and evaluation, follow-up plan. The research employs a descriptive qualitative approach through literature studies, interviews, and observations to understand community involvement in tourism village management. The results indicate that the community actively participates in various aspects, such as managing Pasar Blumbang Mataram, preserving local arts and culture, providing homestays, and promoting micro, small, and medium enterprises (MSMEs). Additionally, community participation is evident in institutional development, cultural preservation, and economic activities. However, some key challenges include a lack of coordination among stakeholders and limited promotion of local products. With support from various stakeholders, Wirokerten Tourism Village has significant potential to become an independent, competitive, and sustainable tourism destination. This study highlights that the success of tourism village management depends not only on its existing potential but also on community involvement and external support. Through institutional strengthening, digital promotion, and synergy between the community, academics, and government, Wirokerten Tourism Village can develop into a leading cultural and sustainable tourism destination
MENUJU PARIWISATA INKLUSIF: STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN AKSESIBILITAS DESTINASI WISATA DI KABUPATEN BANTUL Zahra, Amila Safwah; Kholid, Anwar
Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 9 No 2 (2025): Caraka Prabu : Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jcp.v9i2.3543

Abstract

Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menekankan hak difabel terhadap akses fasilitas publik, termasuk sektor pariwisata. Kabupaten Bantul memiliki potensi wisata alam dan budaya yang besar namun menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan pariwisata inklusif ramah difabel. Banyak penelitian yang telah menyoroti pariwisata inklusif tetapi kebanyakan masih fokus pada aspek umum inklusivitas tanpa mengeksplorasi secara mendalam aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Padahal aksesibilitas merupakan fondasi utama untuk menciptakan destinasi wisata yang inklusif dan berkeadilan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi-strategi pemerintah Kabupaten Bantul dalam menciptakan pariwisata inklusif berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun telah ada beberapa upaya awal, Kabupaten Bantul belum sepenuhnya mengembangkan pariwisata inklusif dengan fasilitas aksesibilitas yang belum merata. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan saran agar Pemerintah Kabupaten Bantul dapat menciptakan fasilitas wisata yang sesuai dengan standar aksesibilitas, adil, inklusif, dan berkelanjutan, sesuai dengan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016. Penelitian ini memiliki keterbatasan yang terletak pada jumlah responden yang masih terbatas sehingga generalisasi sulit dilakukan.