Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil di Wilayah Kerja Pustu Selemak Kabupaten Deli Serdang Tahun 2023 Siti Aisyah; Siska Suci Triana Ginting; Mastari Mastari; Rosdiana Rosdiana
Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 2 (2024): April : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i2.611

Abstract

Background: Anemia is a condition in which the body has too few red blood cells (erythrocytes) which contain hemoglobin which functions to carry oxygen to all body tissues. Signs and symptoms of anemia include fatigue, weakness, decreased capacity/ability or work productivity. Anemia in pregnancy is a condition in which the mother has Hb levels below 11 gr% in the first and second trimesters or levels <10.5 gr% in the third trimester (Proverawati, 2016). Research design: The type of research used in this study is analytical with a cross-sectional approach. Cross-sectional is a research approach that emphasizes the time of measurement/observation of independent and dependent variable data only once at one time. This study was conducted to determine the relationship between one variable and another. (Notoatmodjo, 2018). Research results: showed that the characteristics of respondents according to age were mostly in the low-risk reproductive age group of 20-35 years as many as 54 people (79.4%), the rest were at-risk reproductive age <20 years>35 years as many as 14 people (20.6%). Respondents had the most formal educational backgrounds, namely Senior High School (SMA) as many as 44 people (64.7%), and at least college graduates as many as 3 people (4.4%), while Junior High School as many as 15 people (22.1%) and Elementary School as many as 6 people (8.8%). Conclusion of the study; Based on the results of the study and discussion, the author concludes: There is a relationship between the knowledge of pregnant women and the incidence of anemia with a p value of 0.015 <0.05. There is a relationship between the attitude of pregnant women and the incidence of anemia with a p value of 0.006 <0.05.
OPTIMALISASI PERAN FASILITATOR DALAM KELAS IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI PERDARAHAN POSTPARTUM DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2025 Nur Azizah; Ester Simanullang Ester; Eva Ratna Dewi Eva; Silvina Irawan Tarigan Silvina; Aprilia Tarigan; Mastari mastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 1 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/b19jpd27

Abstract

Perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, menyumbang sekitar 25% kasus kematian maternal (WHO, 2023). Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil serta keluarga dalam mengenali tanda bahaya perdarahan postpartum menjadi faktor risiko yang perlu ditangani. Kelas Ibu Hamil (KIH) memiliki potensi strategis untuk meningkatkan pemahaman ibu, namun materi tentang pencegahan dan penanganan PPH masih jarang disampaikan secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran fasilitator KIH dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo pada Juni 2025. Kegiatan terdiri atas pelatihan fasilitator KIH, penyuluhan kepada 55 ibu hamil trimester III mengenai tanda bahaya dan pencegahan PPH, diskusi interaktif, serta simulasi rencana persalinan aman (BPCR). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil. Hasil pre-test menunjukkan 54,5% ibu hamil berada pada kategori kesiapsiagaan rendah, 27,3% sedang, dan 18,2% tinggi. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada kategori kesiapsiagaan tinggi menjadi 70,9%, kategori sedang 21,8%, dan hanya 7,3% yang masih rendah. Optimalisasi peran fasilitator melalui pelatihan dan metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi obstetri dan menurunkan angka kematian maternal di wilayah tersebut