Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN FASILITATOR DALAM KELAS IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI PERDARAHAN POSTPARTUM DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2025 Nur Azizah; Ester Simanullang Ester; Eva Ratna Dewi Eva; Silvina Irawan Tarigan Silvina; Aprilia Tarigan; Mastari mastari
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 1 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/b19jpd27

Abstract

Perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, menyumbang sekitar 25% kasus kematian maternal (WHO, 2023). Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil serta keluarga dalam mengenali tanda bahaya perdarahan postpartum menjadi faktor risiko yang perlu ditangani. Kelas Ibu Hamil (KIH) memiliki potensi strategis untuk meningkatkan pemahaman ibu, namun materi tentang pencegahan dan penanganan PPH masih jarang disampaikan secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran fasilitator KIH dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo pada Juni 2025. Kegiatan terdiri atas pelatihan fasilitator KIH, penyuluhan kepada 55 ibu hamil trimester III mengenai tanda bahaya dan pencegahan PPH, diskusi interaktif, serta simulasi rencana persalinan aman (BPCR). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil. Hasil pre-test menunjukkan 54,5% ibu hamil berada pada kategori kesiapsiagaan rendah, 27,3% sedang, dan 18,2% tinggi. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada kategori kesiapsiagaan tinggi menjadi 70,9%, kategori sedang 21,8%, dan hanya 7,3% yang masih rendah. Optimalisasi peran fasilitator melalui pelatihan dan metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi obstetri dan menurunkan angka kematian maternal di wilayah tersebut
The relationship between father's involvement in breastfeeding (father's involvement) and success Nur Azizah; Kamelia Sinaga; Rosmani Sinaga; Ribur Sinaga; Aufa Risna; Ayumahara Ayumahara; Fatiyah Fatiyah; Furie Estie Honez
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2529

Abstract

Background: Failure to provide exclusive breastfeeding significantly increases the risk of infectious diseases in infants, particularly diarrhea, which can increase up to 30-fold. Globally, exclusive breastfeeding rates remain below established targets, including in Indonesia. In Aceh Province, exclusive breastfeeding coverage has not yet reached the national target of 80%. Various factors influence breastfeeding success, one of which is father involvement, which is currently considered the strongest external variable. Emotional and instrumental support from fathers has been shown to help regulate oxytocin levels and increase mothers' confidence in breastfeeding. Purpose: To analyze the relationship between father involvement and the success of exclusive breastfeeding. Method: This study used a quantitative method with a correlational design through a cross-sectional approach. The study was conducted from February to June 2025 in Pante Raya Village, Wih Pesam District. The study population was mothers with infants aged 7–12 months, with a purposive sampling technique of 30 respondents. The research instrument was a Likert-scale questionnaire to measure paternal involvement and an interview with infant feeding history to assess the success of exclusive breastfeeding. Data analysis was performed using the chi-square test with a 95% confidence level (p value = 0.05). Results: Univariate analysis results showed that the majority of fathers had good levels of involvement (73.3%) and most mothers were successful in providing exclusive breastfeeding (80.0%). Bivariate analysis showed that good paternal involvement was followed by a high level of exclusive breastfeeding success (95%). Chi-square test results showed a p value of 0.002 (p < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between father involvement and the success of exclusive breastfeeding in Pante Raya Village. Fathers' support is a crucial factor in increasing the success of exclusive breastfeeding.
Implementasi Gerak Triple-E: Pemberdayaan Kader dalam Skrining HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada Ibu Hamil Nur Azizah; Ester Simanullang; Friza Novita Sari Situmorang; Rosmani Sinaga; Ingka K Pangaribuan; Sindi Cantika Sianturi; Niska Wati Waruw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xrbfhq86

Abstract

HIV, sifilis, dan hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia karena berisiko menular dari ibu ke bayi, sementara skrining terpadu ibu hamil di Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa belum optimal akibat terbatasnya kapasitas kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan PKK dalam skrining terpadu HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil melalui pendekatan Gerak Triple-E. Kegiatan dilaksanakan 19 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Bangun Rejo dengan metode penyuluhan, demonstrasi media edukasi digital, serta diskusi tanya jawab, diikuti seluruh kader kesehatan yang diundang. Evaluasi dilakukan deskriptif melalui pengamatan partisipasi, kemampuan kader menjelaskan kembali alur skrining, serta umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader tentang penularan ibu ke anak dan pentingnya skrining dini, serta kemampuan menjelaskan kembali alur skrining Triple-E kepada sesama peserta. Media edukasi digital Gerak Triple-E diterima baik sebagai alat bantu penyuluhan inovatif dan mudah diakses, berpotensi direplikasi mempercepat eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B nasional