Identification. Menurut WHO, ( 2007 ), menyatakan diare merenggut nyawa sekitar 3,5 juta anak di seluruh dunia setiap tahunnya dan merupakan penyakit pembunuh kedua terbesar terhadap anak-anak di negara berkembang. Hasil Survey Badan Anak Dunia Tahun,(2003), menunjukkan, setiap detik satu balita meninggal karena diare. Penelitian ini bersifat deskriftif yang hanya mengambarkan karakteristik diare pada balita di puskesmas Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Method. adapun variable yang diteliti yaitu : variable Dependent Diare pada Balita (klasifikasi, dan tingkat dehidrasi), dan variable independent (umur, jenis kelamin, status gizi). Sumber data berasal dari data sekunder dengan mengunakan data kohort MTBS balita yang mengalami diare di puskesmas Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Tehnik pengambilan sampel dengan mengunakan random sampling. Balita yang menderita diare di Puskesmas Kec Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Result. Berdasarkan klasifikasi diare. Seluruh balita ( 100% ) mengalami diare akut. berdasarkan tingkat dehidrasi, hampir seluruhnya 97,8% mengalami diare tanpa dehidrasi. berdasarkan umur, yang paling tertinggi terjadi pada umur 1-3 tahun mencapai 41 balita (44,6%), namun pada umur 0-28 hari tidak ada balita yang mengalami diare (0%). berdasarkan jenis kelamin, yang paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 balita (56,5%). Conclusion. berdasarkan status gizi, hampir semua balita memiliki status gizi yang baik dengan jumlah balita 90 (97,8%). Di harapkan orang tua bisa menjaga kebersihan dan memilih makanan yang tepat agar anak terhindar dari diare, biasakan anak mencuci tangan sebelum makan.