Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2014 Cantika Iva Nugrahani; Mudarris, Nelil; Rachmawati, Lili
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v3i1.216

Abstract

Identification. Menurut WHO, ( 2007 ), menyatakan diare merenggut nyawa sekitar 3,5 juta anak di seluruh dunia setiap tahunnya dan merupakan penyakit pembunuh kedua terbesar terhadap anak-anak di negara berkembang. Hasil Survey Badan Anak Dunia Tahun,(2003), menunjukkan, setiap detik satu balita meninggal karena diare. Penelitian ini bersifat deskriftif yang hanya mengambarkan karakteristik diare pada balita di puskesmas Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Method. adapun variable yang diteliti yaitu : variable Dependent Diare pada Balita (klasifikasi, dan tingkat dehidrasi), dan variable independent (umur, jenis kelamin, status gizi). Sumber data berasal dari data sekunder dengan mengunakan data kohort MTBS balita yang mengalami diare di puskesmas Kec. Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Tehnik pengambilan sampel dengan mengunakan random sampling. Balita yang menderita diare di Puskesmas Kec Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2017. Result. Berdasarkan klasifikasi diare. Seluruh balita ( 100% ) mengalami diare akut. berdasarkan tingkat dehidrasi, hampir seluruhnya 97,8% mengalami diare tanpa dehidrasi. berdasarkan umur, yang paling tertinggi terjadi pada umur 1-3 tahun mencapai  41 balita (44,6%), namun pada umur 0-28 hari tidak ada balita yang mengalami diare (0%). berdasarkan jenis kelamin, yang paling tinggi terjadi pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 balita (56,5%). Conclusion. berdasarkan status gizi, hampir semua balita memiliki status gizi yang baik dengan jumlah balita 90 (97,8%). Di harapkan orang tua bisa menjaga kebersihan dan memilih makanan yang tepat agar anak terhindar dari diare, biasakan anak mencuci tangan sebelum makan.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM MENYIAPKAN CALON PENGANTIN UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN PAMEKASAN Taufiqur Rahman; Cantika Iva Nugrahani; Hilmah Noviandry R; Abdan Syakura; Lailatul Hafidah; Edy Suryadi A; Nurizakiyah, Nurizakiyah; Agoesta Pralita; Elisa Christiana
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i7.9110

Abstract

Berdasarkan penelitian, stunting ternyata disebabkan oleh faktor multi dimensi, tidak hanya malnutrisi, namun juga disebabkan oleh salahnya praktik pengasuhan, akses layanan kesehatan, akses informasi yang terbatas dan kurangnyapengetahuan ibu tentang gizi (Sinaga, 2022). Hal ini menjadi dasar dari terciptanya program penurunan stunting karena faktor multi dimensi tersebut. Kemenkes RI menargetkan angka stunting hanya 14% tahun 2024 (Kemenkes RI, 2023). Di Indonesia, angka stunting masih menunjukkan angka 21,6% di tahun 2023. Provinsi Jawa Timur menempati posisi ke-25 dengan prevalensi stunting tertinggi, sedangkan di Kabupaten Pamekasan telah mencapai angka 6% pada tahun 2023. Salah satu program akselerasi untuk menyukseskan program tersebut adalah dengan pemberdayaan kader posyandu untuk mempercepat sistem informasi dan mengeksplorasi masalah dengan cepat dan tanggap dilapangan untuk mewujudkan “zero stunting” sehingga tidak ditemukan kasus baru stunting di Kabupaten Pamekasan. Akselerasi SUPER GESIT akan berfokus pada generalisasi program dan ekstensi aplikasi untuk mengoptimalkan peran aktif seluruh anggota keluarga dalam pencegahan stunting. Hasil dan luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya dokumen surat pernyataan komitmen dari kader yang diwujudkan dalan peran kader aktif dalam rapat kordinasi dan pendampingan keluarga mandiri dan calon pengantin dalam mencegah stunting., disamping itu terlaksananya seminar pembekalan bagi bidan dan kader tentang kajian isu strategis dan analisis hasil mitigasi percepatan penurunan stunting kabupaten pamekasan
Community Readiness in Emergency First Aid for Victims of Traffic Accidents Kuzzairi; Cantika Iva Nugrahani; Moh. Fityan Arrofiqi
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.497

Abstract

A traffic accident is an emergency condition that requires immediate or life-threatening help. It is important for all people to have readiness regarding initial handling/first aid quickly and precisely so that the chain of handling traffic accident victims can run properly and correctly. This research aims to find out how the level of community readiness for emergency first aid for victims of traffic accidents on Jalan Raya Gapura, Sumenep Regency. This study uses a descriptive design. The population and sample of this study, namely the entire community along the edge of Jalan Raya Gapura, Braji Village, Sumenep Regency, consisting of 30 people, used a non-probability sampling technique - total sampling. The research instrument used a Type Multiple Choice Questionnaire with 10 questions. The results of the data are processed by means of editing, coding, scoring, tabulating. Nearly half of the respondents were in the unprepared category 14 (47%), almost half of the respondents were in the quite ready category 10 (33%), and a small proportion of respondents were in the ready category 6 (20%). Based on the results of the study, it was found that most of the community's readiness level for emergency first aid for victims of traffic accidents on Jalan Raya Gapura, Sumenep Regency, was with a less prepared level of readiness.