Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Improving The Sustainability of Silage Adoption in Dairy Cattle Farming: Analysis of Determining Factors and Strategies for Increasing Farm Capacity Reni Suryanti; Maesti Mardiharini; Arif Nindyo Kisworo; Fita Dwi Untari
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/7eayjd09

Abstract

One of the challenges of dairy farming is the availability of feed to meet the needs of livestock. This study aims to 1) identify the potential and problems of utilizing local feed, as well as the potential for implementing silage development; 2) analyze factors that influence the adoption of locally sourced feed innovations; 3) develop strategies for sustainable adoption and increasing the capacity of dairy farmers. This study used a participatory approach involving 47 farmers as a two-year action study (2023–2024). Data collection methods include surveys, in-depth interviews, and focus group discussions (FGDs). Data was analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) to identify factors that influence the adoption of silage innovations. The results of the study showed that the adoption of silage technology was influenced by the characteristics of farmers, the role of extension workers, and the nature of the innovation. Although the potential for local feed is abundant, its utilization is still low due to limited knowledge of farmers and processing infrastructure. The structural model test showed a significant relationship between silage adoption and increased milk productivity (coefficient 0.508; p = 0.008). This study recommends strengthening the institution of livestock farmers through the People's Livestock School (SPR), continuous training, and integration of crop-livestock systems (SITT) to optimize local resources. The proposed design model includes silage-based feed diversification, utilization of agricultural waste, and partnerships with agribusiness actors. This study provides a reference for sustainable agricultural policies and the development of technological innovations that are adaptive to the characteristics of smallholder farmers.
DETERMINAN KINERJA PELATIHAN DALAM PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PEMUDA PEDESAAN: STUDI KASUS JAWA BARAT : Determinants of Training Performance for Strengthening Rural Youth Entrepreneurial Capacity: The Case of West Java Reni Suryanti; Maesti Mardiharini
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.683

Abstract

Kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan dalam mengelola agribisnis relatif masih rendah, padahal mereka merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dilaksanakan pada Tahun 2022 di empat kabupaten di Jawa Barat, yaitu di Kabupaten: Sukabumi, Cianjur, Subang, dan Tasikmalaya.  Jumlah responden sebanyak 144 orang pemuda pedesaan yang telah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur sepuluh indikator kinerja pelatihan dan tiga dimensi kapasitas kewirausahaan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan). Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh indikator yang diuji, terdapat lima determinan kinerja pelatihan yang berpengaruh signifikan terhadap kapasitas kewirausahaan pemuda pedesaan, yaitu peran pelatih, kesesuaian materi, kesesuaian metode, pengelolaan sarana prasarana, dan peran aktif pemuda. Temuan ini mengimplikasikan bahwa efektivitas pelatihan kewirausahaan pemuda pedesaan tidak hanya ditentukan oleh konten materi, tetapi juga oleh kualitas pelatih, metode pelatihan yang interaktif, dukungan sarana prasarana yang memadai, serta partisipasi aktif peserta. Peran pelatih sebagai faktor paling signifikan, mengindikasikan bahwa pendekatan mentorship yang personal dan kemampuan pelatih dalam memotivasi serta menjadi role model sangat penting bagi generasi milenial pedesaan. Hasil penelitian ini merekomendasikan strategis bagi penyelenggara pelatihan dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan kewirausahaan yang lebih efektif untuk meningkatkan kapasitas pemuda pedesaan di sektor pertanian.