Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Assessment Of The Reliability Of The DPRD Building Of East Kalimantan Province Wibawa, Agus; Tukiman; Mahendra, Wahyu
ARRUS Journal of Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/jetech3819

Abstract

The East Kalimantan Provincial Parliament Building Complex was established 35 years ago. Building D of the East Kalimantan Provincial Parliament was inaugurated by the Governor of East Kalimantan H. Suwarna on January 11, 2004. Building D is more than 21 years old and needs to be re-examined The level of building reliability refers to Government Regulation No. 16 of 2021 which is a derivative regulation of Law Number 28 of 2002 concerning Buildings stating that buildings must be managed administratively and also technically, periodic inspections of the reliability of all or part of the building, components, building materials, and/or infrastructure and facilities within a certain period of time to declare the feasibility of function buildings. This study is to determine the level of building reliability from the aspects of architects, structures, utilities, and fire protection, accessibility, and also building layout and environment in the DPRD Building Complex Area, especially Building D of East Kalimantan Province. Qualitative and Quantitative Methods by conducting visual observations, surveys (measuring, taking samples by means of Non-Destructive Test), Counting, Interviews and Questionnaires as well as Project Documents (As Build Drawing), etc. The data was analyzed using descriptive statistics, laws and regulations and the assessment of reliability score values referring to the Journal of Building Reliability of the Mandiyo Priyo Building, Ibnu Herlambang Wijadmiko 2011. The criteria used to determine the reliability of the building are reliable for a score of 95-100, Less Reliable for a score of 75-<95, Unreliable for a score of <75. The research results in the reliability of Architects of 80% (less reliable), reliability of Structures of 96% (reliable), reliability of Utilities & Fire Protection of 83% (unreliable), reliability of accessibility of 84% (less reliable), reliability of Building and Environment of 100% (reliable). Therefore, from the recapitulation of the reliability assessment of the building D of the East Kalimantan Provincial DPRD, a reliability value of 88% (less reliable).
ANALISA TITIK KEBOCORAN TUBE HRSG BERDASARKAN FAKTOR PENGARUHNYA PLTGU UP GRESIK RISALDI, HALFIC; Wibawa, Agus; Susanto, Edy
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.244

Abstract

Komponen PLTGU terdiri dari beberapa komponene pendukung mulai dari starting unit, turbin gas, turbin uap dan juga HRSG (Heat Recovery Steam Generator). HRSG mempunyai permasalahan yang sering terjadi yaitu kebocoran pada Tube. Kebocoran sering terjadi dikarenakan gas buang yang mengandung zat kimia menyebabkan tingkat korosi melaju lebih cepat. Penggunaan HRSG yang sering mati dan menyala menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran pada Tube HRSG. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis titik lokasi kebocoran pada tuba HRSG dengan beracuan pada buku manual HRSG untuk menyatakan adanya permasalahan kebocoran. Faktor untuk menyatakan kebocoran menggunakan tiga cara dengan Data penggunaan air make up. Faktor umur juga dapat menyebabkan factor utama yang mempengaruhi keadaan efisiensi kerja HRSG. HRSG dengan umur pemakaian yang lama mengalami penuruanan mempengaruhi efisiensi dengan perbandingan data komisioning. Perbaikan kebocoran pada Tube HRSG merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi penurunan efisiensi kerja dari HRSG. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu ditemukannya titik kebocoran pada Tube HRSG dan penentuan perbaikan yang akan dilakukan. Pekerjaan perbaikan dilakukan berdasarkan standar yang telah di setujui menurut keamanan perusahaan dan sesuai pihak fabrikasi HRSG. Kata kunci : HRSG, Kebocoran, Faktor Kebocoran
Penerapan Teknologi Scissor Lift untuk Keselamatan Kerja UMKM Servis Meja Biliar Chairat, Arief Suardi Nur; Ridwan, Muhammad; Hendri, Hendri; Wibawa, Agus; Nurhadi, Desylia Fitria; Hutapea, Elizabeth Pintauli; Nurlaily, Sumayya
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei 2026 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor UMKM jasa instalasi meja biliar menghadapi kendala serius terkait penanganan material secara manual, khususnya saat mengangkat slate (batu alam) seberat 150 kg. Aktivitas ini berisiko tinggi memicu Musculoskeletal Disorders pada pekerja dan sangat tidak efisien secara operasional. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi tepat guna berupa Perangkat Angkat Gunting (Scissor Lift) Manual bagi mitra PT Kreasi Tiga Bola. Pelaksanaan pengabdian menggunakan pendekatan User-Centered Design, yang meliputi tahapan survei lapangan, perancangan desain, fabrikasi, uji coba fungsional, serta pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Hasil pengabdian menunjukkan adanya perbaikan postur pekerja ke posisi berdiri netral yang berhasil menurunkan Lifting Index (LI) dari kategori sangat berbahaya menjadi aman (LI < 1). Selain itu, intervensi alat ini terbukti memangkas waktu pemosisian material dari 20 menit menjadi kurang dari 5 menit, serta mengoptimalkan kebutuhan tenaga kerja dari 4 menjadi 2 orang. Pelatihan yang diberikan juga berhasil meningkatkan pemahaman K3 teknisi sebesar 85%. Kesimpulannya, penerapan scissor lift manual ini sangat krusial karena efektif mengeliminasi risiko cedera fisik sekaligus memberikan nilai tambah berupa peningkatan efisiensi ekonomi dan produktivitas usaha mitra.