Moleong, Maxi Marthen Luther
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS BIOMEKANIKA TENDANGAN AP CHAGI CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO DI CLUB LEVEL TC MANADO Pangemanan, Melky; Langi, Viani Sophia; Moleong, Maxi Marthen Luther
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika tendangan Ap Chagi dalam cabang olahraga Taekwondo di Club Level Tc Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi kuantitatif dengan perangkat lunak Kinovea untuk mengukur sudut lutut sejajar pinggang, sudut saat pelaksanaan, dan sudut akhir (Ap Kubi). Sampel penelitian terdiri dari 20 atlet Taekwondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut lutut sejajar pinggang memiliki hubungan signifikan terhadap ketepatan tendangan ke sasaran Eolgool (r = 0,462, p = 0,040). Sebaliknya, sudut saat pelaksanaan tendangan memiliki hubungan negatif dengan ketepatan tendangan (r = -0,491, p = 0,028), yang berarti semakin besar sudut ini, semakin rendah akurasi tendangan. Sementara itu, sudut akhir (Ap Kubi) tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap ketepatan tendangan (r = 0,318, p = 0,172). Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan otot, peningkatan fleksibilitas, serta kontrol sudut lutut dan postur saat pelaksanaan tendangan dapat meningkatkan efektivitas Ap Chagi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi analisis biomekanika seperti Kinovea direkomendasikan untuk meningkatkan teknik tendangan atlet.
ANALISIS BIOMEKANIKA TENDANGAN AP CHAGI CABANG OLAHRAGA TAEKWONDO DI CLUB LEVEL TC MANADO Pangemanan, Melky; Langi, Viani Sophia; Moleong, Maxi Marthen Luther
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biomekanika tendangan Ap Chagi dalam cabang olahraga Taekwondo di Club Level Tc Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis korelasi kuantitatif dengan perangkat lunak Kinovea untuk mengukur sudut lutut sejajar pinggang, sudut saat pelaksanaan, dan sudut akhir (Ap Kubi). Sampel penelitian terdiri dari 20 atlet Taekwondo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudut lutut sejajar pinggang memiliki hubungan signifikan terhadap ketepatan tendangan ke sasaran Eolgool (r = 0,462, p = 0,040). Sebaliknya, sudut saat pelaksanaan tendangan memiliki hubungan negatif dengan ketepatan tendangan (r = -0,491, p = 0,028), yang berarti semakin besar sudut ini, semakin rendah akurasi tendangan. Sementara itu, sudut akhir (Ap Kubi) tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap ketepatan tendangan (r = 0,318, p = 0,172). Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan otot, peningkatan fleksibilitas, serta kontrol sudut lutut dan postur saat pelaksanaan tendangan dapat meningkatkan efektivitas Ap Chagi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi analisis biomekanika seperti Kinovea direkomendasikan untuk meningkatkan teknik tendangan atlet.
Gambaran Pengetahuan Siswa SMA Negeri 2 Langowan Tentang Pernikahan Dini Christina, Christina; Moleong, Maxi Marthen Luther; Bawiling, Nancy Sylvia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/p0hw1687

Abstract

Early marriage is defined as marriage occurring before the age of 19, which carries risks of various negative impacts from reproductive health, psychological, social, and economic perspectives. This study aims to determine the knowledge of students at SMA Negeri 2 Langowan regarding early marriage. The research method used was quantitative descriptive with a cross-sectional design. The study population consisted of 210 students, with a sample of 68 students selected using stratified random sampling. The results showed that the majority of students at SMA Negeri 2 Langowan had good knowledge about early marriage, with 54 respondents (79.4%). Regarding knowledge of the factors causing early marriage, the majority had adequate knowledge, with 47 respondents (69.1%). Regarding students' knowledge of the impacts of early marriage, the majority had adequate knowledge, with 42 respondents (61.8%). Additionally, regarding the use of contraception, the majority of students had adequate knowledge, with 34 respondents (50.0%). The conclusion is that the majority of students at SMA Negeri 2 Langowan already have adequate knowledge about early marriage, its causes, its impacts, and the use of contraception. Recommendation: It is hoped that this study can provide information so that SMA Negeri 2 Langowan can collaborate with the Community Health Center to conduct counseling for students about early marriage and the dangers of premarital sex.