Aulia, Dyta Suci
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Penggunaan E-Wallet Dan Gaya Hidup Hedonisme Dalam Perilaku Konsumtif Generasi Z Aulia, Dyta Suci; Purwanti, Purwanti
Score: Jurnal Lentera Manajemen Pemasaran Vol. 3 No. 01 (2025): Mei 2025
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lmp.v3i01.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak penggunaan dompet elektronik serta gaya hidup hedonistik terhadap perilaku konsumsi generasi Z di Kecamatan Cikarang. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah program SPSS versi 25 untuk menguji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden, yang ditentukan sebagai sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 10%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan dompet elektronik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi generasi Z. Sebaliknya, gaya hidup hedonistik secara parsial memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumsi. Meskipun demikian, kedua variabel tersebut secara simultan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 93,3% mengindikasikan bahwa perilaku konsumsi generasi Z sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup hedonistik, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa gaya hidup hedonistik memberikan kontribusi signifikan terhadap perilaku konsumsi generasi Z di Kecamatan Cikarang, sementara penggunaan dompet elektronik tidak memiliki dampak signifikan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa untuk memahami perilaku konsumsi generasi Z, perusahaan dan pemangku kebijakan perlu lebih mempertimbangkan faktor gaya hidup daripada sekadar kemudahan teknologi pembayaran digital.