Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Literasi Terhadap Minat Baca Siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Bireuen Sarayulis
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v3i2.990

Abstract

Kemendikbud mengartikan Kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses,memahami,dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan,antaralain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Salah satu akses literasi ini adalah pojok bacakelas sebagai perpustakaan mini yang dihadirkan dalam kelas sehingga lebih mendekatkan dan mengakrabkanlagi siswa dengan bahan bacaannya. Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan kota Bireuen,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi,wawancara danangket. Hasil penelitianmenunjukkanbahwa gerakanliterasi pojok baca belum terlaksana secara menyeluruh karena hanya ada 2 Kampus yang memiliki pojokbaca kelas masing-masing 1 Perpustakaan. Padahal seruan ini sudah dicanangkan olehpemerintah sejak tahun 2016 untuk mengembalikan budaya baca Mahasiswa/i, alasan yang mendasar oleh Kampus adalah keterbatasan dana dan minimnya pengalaman dalam mendesain pojok baca kelas.Dilihat dari eksistensi daya baca mahasiswa/i memberikan gambaran bahwa mahasiswa sangat menyambut baik kehadiran literasi minat baca di perpustaan ditandai dengan aktivitas dan antusias mahasiswa dalam membaca buku bacaan sebelum pelajaran dimulai dan pada saat jam istrahat.
Manajemen Pengelolaan Kelas Dalam Pembinaan Karakter di SMA Negeri 1 Seunagan Kabupaten Nagan Raya Amiruddin; Barrulwalidin; Sarayulis; Sitti Hajar
Jurnal Seumubeuet Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Seumubeuet
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan belajar mengajar mengelola kelas bukanlah sesuatu yang mudah. Membutuhkan usaha dan perencanaan yang matang. Guru merupakan titik sentral dan awal dari semua pembangunan pendidikan. Oleh Karena itu, guru harus bertanggung jawab atas segala tindakannya dalam proses pembelajaran di sekolah. Terutama dalam proses pembinaan karakter peran guru sangat dibutuhkan. Maka dalam hal ini dibutuhkan manajemen pengelolaan kelas dalam pembinaan karakter. Penulis berpendapat bahwa lembaga pendidikan yang baik harus dikelola dengan baik, pengelolaan yang baik ditentukan oleh manajemen yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen pengelolaan kelas dalam pembinaan karakter di SMA Negeri 1 Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Pengelolaan Kelas Dalam Pembinaan Karakter di SMA Negeri 1 Seunagan Kabupaten Nagan Raya sudah berjalan dengan baik, hal ini dilakukan dengan 4 cara yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Adapun perencanaan dan pengorganisasian dalam pengelolaan kelas sudah berjalan dengan baik, sementara pelaksanaan dan pengawasan masih belum terlaksana secara maksimal, hal ini dikarenakan adanya faktor penghambat yaitu keterbatasan waktu di sekolah, kesibukan orang tua, faktor lingkungan pergaulan di lingkungan sekolah serta media masa.
Optimalisasi Peran Komite Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan di SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga Kabupaten Bireuen Sarayulis
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v2i1.724

Abstract

Quality of Education is a conscious effort and aims to improve the quality of education. Quality education is the creation of an educated society that can create something creatively and innovatively. In fact, the quality of education at SMP Nasyrul Ulum AlAziziyah Samalanga, Bireuen Regency, is still lacking in the quality of education. The formulation of the problem in this study is how to optimize the role of the committee towards improving the quality of Islamic education at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Regency, what are the obstacles to the optimal role of the school committee on the quality of education at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Regency, and what is the influence of optimization the role of the committee on the quality of education at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireue Regency. The purpose of the research is to find out how the quality of education is at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Regency, to find out what are the constraints of the school committee in optimizing the quality of education at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Regency, and to find out how the effect of optimizing the role of the committee on quality education at Nasyrul Ulum AlAziziyah Middle School, Samalanga, Bireuen Regency. The research method used is a type of qualitative research with a descriptive phenomenological approach. The results of his research are the quality of education at SMP Nasyrul Ulum Al-Aziziyah Samalanga, Bireuen Regency, which means that the quality of education has reached 8 criteria for National Education Standards according to the BSNP. The optimal role of the School Committee for Quality of Education is that it has fulfilled the 7 roles in accordance with the RKTS to help improve the smooth running of teaching and learning activities in schools both in terms of facilities, infrastructure and technical education such as fostering students' attitudes and behavior, assisting efforts to stabilize schools, seeking sources of funding to help students who are unable to afford it, conduct school assessments, give awards for the success of school management, conduct discussions on the proposed School Income and Expenditure Draft Budget (RAPBS) and request schools to hold meetings for certain interests.