Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Evaluatif Kelembagaan Pemilu di Indonesia Muh. Iqbal Latief
Jurnal Lemhannas RI Vol 10 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55960/jlri.v10i1.269

Abstract

Proses dan hasil Pemilihan Umum tahun 2019, telah selesai. Semua anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD), telah dilantik, termasuk Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Namun permasalahan mengenai Pemilu serentak 2019, masih menjadi keprihatinan publik. Salah satunya adalah kinerja penyelenggara ad-hoc, terkait dengan kualitas dan integritas penyelenggaraan Pemilu 2019. Tulisan ini, mencoba mengkaji masalah penyelenggara adhoc dalam pelaksanaan Pemilu 2019 yang menggabungkan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) secara serentak. Metode yang digunakan adalah kualitatif desktiptif, dan data yang diolah yaitu data sekunder dan data primer. Penelitian ini berawal identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data meliputi klasifikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menggambarkan, Pemilu serentak 2019 justru menjadi masalah serius bagi penyelenggara adhoc. Masalahnya, antara lain; (1) disain kelembagaan adhoc pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017, menimbulkan ketidakpastian; (2) Penyiapan sumber daya penyelenggara adhoc yang tidak maksimal; (3) beban kerja dan tanggung jawab yang makin besar, dan; (4) Polakerja dan penghargaan yang tidak seimbang. Perlu direvisi kebijakan Pemilu, agar lebih berpihak pada penyelenggara adhoc dan perlu dibentuk badan khusus yang berfungsi meningkatkan kompetensi penyelenggara adhoc secara berkala.
Peningkatan Partisipasi Siswa SMA Negeri 2 Parepare di Ruang Digital dalam Merespons Degradasi Lingkungan Ridwan Syam; Muh. Iqbal Latief; Ria Renita Abbas; Mutahharah Nemin Kaharuddin
PaKMas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/pakmas.v6i1.5482

Abstract

This community service program aimed to enhance high school students' participation in responding to environmental degradation through digital platforms at SMAN 2 Parepare. The Participatory Action Research (PAR) method was applied to 25 students from grades XI and XII through a digital environmental education workshop that integrated environmental sociology concepts with Parepare's local realities. The program covered material on environmental crises, Generation Z's role as change agents, digital documentation techniques, and the ENGAGE Framework (Educate-Network-Generate-Amplify-Go Offline-Evaluate) for systematic environmental action. Evaluation using pre-test and post-test showed significant improvement in participants' understanding from an average score of 5.8 to 9.2 (scale of 10). A paradigm shift occurred from passive information consumers to potential active content creators, with 80% of participants reporting increased confidence in creating environmental content and 56% having formulated concrete action plans. The program successfully bridged the gap between theoretical knowledge and practical application, proving that high school students as digital natives have great potential to become environmental change agents when equipped with appropriate knowledge and systematic action frameworks, contributing to achieving Parepare City's sustainable development targets.