p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cordova Jurnal
Maksum Ahmad, Lalu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LELAKAK DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DI SUKU SASAK LOMBOK Maksum Ahmad, Lalu
Cordova Journal language and culture studies Vol. 14 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : The Center for Language Development, Mataram State Islamic University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/cordova.v14i1.9598

Abstract

Pendidikan Islam adalah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam, dengan tujuan agar menjadi muslim yang kamil (sempurna) yaitu muslim yang takwa, atau beriman, dan beribadah kepada Allah. SWT. Muslim yang kamil adalah manusia yang memiliki: (1) akalnya cerdas serta pandai; (2) jasmaninya kuat; (3) hatinya takwa kepada Allah; (4) berketerampilan; (4) mampu menyelesaikan masalah secara ilmiah dan filosofis; (5) memiliki dan mengembangkan sains; (6) memiliki dan mengembangkan filsafat; (7) hati yang berkemampuan berhubungan dengan alam gaib. Berdasarkan konsep Ahmad Tafsir di atas mengandung arti bahwa konsep Insan Kamil  sangat relevan dengan tujuan pendidikan Islam yaitu sama-sama ingin membentuk manusia atau peserta didik yang cerdas, beriman dan bertaqwa. Menurut Ahmad Tafsir, Insan Kamil haruslah: jasmaninya sehat serta kuat, berketerampilan; akalnya cerdas serta pandai; hatinya penuh iman kepada Allah. SWT.1 Pada sisi yang lain, adalah Budaya dan Tradisi juga tidak lahir dalam ruang yang kosong, melainkan syarat akan nilai dan pesan-pesan yang baik, dan seringkali nilai yang ada dalam tradisi adalah nilai-nilai yang mengandung aspek pendidikan, salah satu dari sekian banyak tradisi itu adalah Lelakak (Pantun Sasak) di suku Sasak Lombok, dengan penjelasan pada Bab-bab terdahulu. Dan Pendektan yang bisa dilakukan untuk mengungkap nilai-nilai luhur tersebut adalah pendekatan teoritik .
LELAKAQ DALAM STRUKTUR BUDAYA SUKU SASAK LOMBOK (PENDEKATAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS) Maksum Ahmad, Lalu
Cordova Journal language and culture studies Vol. 15 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : The Center for Language Development, Mataram State Islamic University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/cordova.v2i2.14496

Abstract

Lelakaq, a traditional poetic form of the Sasak community in Lombok, represents a cultural expression that reflects the values, social structure, and spirituality of its people. This study explores the position of Lelakaq within the cosmology, traditions, and value systems of the Sasak society using Lévi-Strauss’s structuralist approach. Lelakaq functions not only as an aesthetic medium but also as an instrument for transmitting moral, religious, and social values across generations. The findings show that Lelakaq illustrates the relationship between humans and God (hablun minallah), social relations within the Sasak community (hablun minannas), and the connection between humans and nature (hablun minal ‘alam). This tradition also records historical journeys, legends, myths, and the cultural dynamics of the Sasak people—shaped by influences from Hindu-Buddhist traditions, Balinese culture, Majapahit, Islam, and local beliefs such as Wetu Telu and Sasak Boda. Furthermore, Lelakaq serves as a means of character education that instills the values of tindih (steadfastness), maliq (avoiding prohibitions), and merang (creativity and adaptability). Through linguistic symbols and metaphors, Lelakaq conveys guidance on ethics, Islamic spirituality, awareness of mortality, and harmonious social living. In addition, the diversity of Sasak dialects enriches the forms and styles of Lelakaq, reflecting the linguistic complexity and social identity of its speakers. This study concludes that Lelakaq functions as a cultural mirror of Sasak life, intertwining tradition, religion, history, and local wisdom. Thus, Lelakaq is not merely a literary heritage but also a value system that sustains the cultural identity of the Sasak people in the face of evolving times.