Keterampilan berkolaborasi merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran abad 21 yang perlu ditumbuhkan sejak dini dalam jenjang pendidikan. Namun, hasil observasi awal di Kelas V UPT SDN 066666 Medan Denai menunjukkan bahwa keterampilan berkolaborasi siswa masih rendah yang ditandai dengan kurangnya kerja kelompok, keraguan dalam mengemukakan pendapat, dan minimnya partisipasi dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berkolaborasi siswa melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada mata pelajaran Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berdasarkan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berkolaborasi siswa secara signifikan. Pada tahap pratindakan, persentase rata-rata keterampilan berkolaborasi sebesar 49,4% (kategori kurang), meningkat menjadi 68,1% pada Siklus I (kategori cukup) dan mencapai 86,25% pada Siklus II (kategori baik). Semua indikator bekerja sama, mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan mengambil keputusan secara kolaboratif menunjukkan peningkatan yang positif. Dengan demikian, penerapan model TPS terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berkolaborasi siswa dalam pembelajaran Pancasila.