Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Effectiveness and Environmental Friendliness of Bottom Hand Line Fishing on the Datoe, Batavier, and Ender Coral Reefs in the Waters of Maas Island, Tual City, Maluku Province serang, Abu samad; Lambiombir, Enos; Rahantan , Ali; Almohdar , Erna
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 18 No. 1 (2025): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v18i1.2509

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness and environmental friendliness of bottom hand lines used by fishers around the coral reefs of Datoe, Batavier, and Ender. Labetawi Village was selected as the research site because most of its fishers actively use this gear traditionally and apply selective fishing practices that have the potential to serve as a model for environmentally friendly fisheries in the Tual region. This study analyzes five key parameters: catch efficiency, bycatch-to-target ratio (B/T Ratio), Catch Per Unit Effort (CPUE), gear selectivity, and environmental friendliness. The results show high catch efficiency (76–77%), peaking in July–August at 77.34%, while bycatch remains low (22.66–24.13%). The B/T Ratio values are consistently low and stable, indicating good gear selectivity. The CPUE of target fish was consistently higher than that of non-target fish, although a declining trend was observed from April to September, likely due to fishing pressure and habitat degradation. Bottom hand lines also demonstrated high selectivity, with 79.23% of the catch consisting of target species. Based on nine ecological assessment criteria, a total environmental friendliness score of 33.6 categorizes this gear as environmentally friendly. Thus, bottom hand lines are considered effective and selective in catching target species with minimal ecological impact. Their use is strongly recommended as part of an ecosystem-based fisheries management strategy, with the fishing practices of Labetawi Village serving as an example of efficient, selective, and sustainable traditional fisheries.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN REHABILITASI MANGROVE DI OHOI RAAT KABUPATEN MALUKU TENGGARA PROVINSI MALUKU Serang, Abu Samad; Serang, Mohammad R; Lambiombir, Enos; Rahantan, Ali; Almohdar, Erna; Ngamel, Yuliana A; Latar, Dullah Irwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JPMI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.3844

Abstract

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan rehabilitasi mangrove dilaksanakan di Ohoi Raat, Maluku Tenggara, sebagai respons terhadap degradasi hutan mangrove akibat alih fungsi lahan dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi ekologi dan sosial masyarakat, penyuluhan mengenai fungsi ekologis dan ekonomis mangrove, serta pelatihan teknis pembibitan, pemasangan ajir, dan pola tanam rumpun berjarak. Jenis mangrove yang digunakan adalah Rhizophora spp., ditanam bersama di area seluas lima hektare dengan jumlah bibit 3.300 batang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan partisipasi masyarakat. Evaluasi pascapelaksanaan menunjukkan 70% bibit hidup dalam dua bulan, dengan pertumbuhan tinggi rata-rata 15 cm dan 4–6 daun baru per bibit. Lebih dari 90% peserta terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Pendekatan edukatif-transformatif mendorong terbentuknya kesadaran kolektif dan rasa kepemilikan terhadap ekosistem mangrove. Tantangan yang dihadapi antara lain belum adanya regulasi lokal serta persepsi masyarakat bahwa sumber daya pesisir bersifat tidak terbatas. Kegiatan ini turut mendukung strategi nasional dalam mitigasi perubahan iklim melalui konservasi ekosistem karbon biru. Pelibatan aktif masyarakat terbukti efektif dalam mendorong perubahan pola pikir dari eksploitasi ke konservasi. Program ini dapat dijadikan model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya dalam pengembangan program rehabilitasi mangrove yang partisipatif dan berkelanjutan.