Kegiatan penyuluhan dan pelatihan rehabilitasi mangrove dilaksanakan di Ohoi Raat, Maluku Tenggara, sebagai respons terhadap degradasi hutan mangrove akibat alih fungsi lahan dan rendahnya kesadaran masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kondisi ekologi dan sosial masyarakat, penyuluhan mengenai fungsi ekologis dan ekonomis mangrove, serta pelatihan teknis pembibitan, pemasangan ajir, dan pola tanam rumpun berjarak. Jenis mangrove yang digunakan adalah Rhizophora spp., ditanam bersama di area seluas lima hektare dengan jumlah bibit 3.300 batang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan partisipasi masyarakat. Evaluasi pascapelaksanaan menunjukkan 70% bibit hidup dalam dua bulan, dengan pertumbuhan tinggi rata-rata 15 cm dan 4–6 daun baru per bibit. Lebih dari 90% peserta terlibat aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Pendekatan edukatif-transformatif mendorong terbentuknya kesadaran kolektif dan rasa kepemilikan terhadap ekosistem mangrove. Tantangan yang dihadapi antara lain belum adanya regulasi lokal serta persepsi masyarakat bahwa sumber daya pesisir bersifat tidak terbatas. Kegiatan ini turut mendukung strategi nasional dalam mitigasi perubahan iklim melalui konservasi ekosistem karbon biru. Pelibatan aktif masyarakat terbukti efektif dalam mendorong perubahan pola pikir dari eksploitasi ke konservasi. Program ini dapat dijadikan model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya dalam pengembangan program rehabilitasi mangrove yang partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025