Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendidikan Kristiani Transfromatif bagi Remaja dalam menghadapi Era Digital di GMIM Jemaat Sion Lobu Ratulangi, Andrea Elfata; Sihombing, Liston; Paat, Devrialdo Daniel
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine, analyze, and describe the implementation of Transformative Christian Education for teenager in facing the digital era, as well as to identify the obstacles encountered and the efforts made to overcome them. This research employs a qualitative method with a descriptive approach and was conducted at GMIM Sion Lobu. Data were collected through observation, interviews, and document studies. The results of data analysis and interpretation indicate that the implementation of Transformative Christian Education for teenager is necessary to prepare them to face the challenges of the digital era, particularly the various negative influences that arise. Based on these findings, it is recommended that special ministers, teenager ministry committees, and parents optimize the implementation of Transformative Christian Education. Through these efforts, the lives of teenager at GMIM Sion Lobu Congregations can experience tangible achievements in the form of transformation, in line with the vision of GMIM teenager, "Teenager for Christ".
UNDIED LOVE: THE DIALOGUE BETWEEN I CORINTHIANS 11:23-25 WITH GRAVES IN SANGIHE THROUGH THE LENS OF THEOLOGY OF REMEMBRANCE Ryanto Adilang; Andrea Elfata Ratulangi
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/djtk.v6i2.2327

Abstract

It should be understood that everything always comes with a risk. This applies to everything, from the simple to the most complex. Risk is even present in the effort to love and be loved by someone. The most painful risk of loving is when death comes to pick you up. The Sangihe community seems to have its own way to deal with this. However, this method has drawn pros and cons from many circles, namely by choosing an unusual location for a grave (near one's own residence). This study uses qualitative research methods and Theology of Remembrance theory as the main "surgical section". Through Theology of Remembrance, the researcher examines the Bible text from I Corinthians 11:23-25 ​​and the customs of the Sangihe community in choosing a burial location. After that, these two studies were dialogued to find the strategies of Paul and the Sangihe community in an effort to remember honestly and make peace with the past. This research is expected to reveal the secret behind the habits of the Sangihe people when choosing a burial location and the philosophy behind the habit. The habit of making a grave near the residence/house is an effort by the Sangihe people to remember the past peacefully, both good and bad memories.
Duri Dalam Daging Sebagai Sumber Resiliensi: Kajian Teologis 2 Korintus 12:1–10 bagi Gereja dan Pendidikan Agama Kristen Paat, Devrialdo Daniel; Ratulangi, Andrea Elfata
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 4.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the concept of the thorn in the flesh in 2 Corinthians 12:1–10 as the foundation for developing a theology of resilience, an understanding of faith that views human weakness as the very space where God’s grace operates. The research applies a qualitative library-based approach using textual analysis through Gordon Fee and Douglas Stuart’s historical-critical hermeneutic method. It integrates Edith Grotberg’s resilience framework (I Am, I Have, I Can) with Paul’s Christology of weakness, forming a theological model that interprets suffering not as the absence of God, but as a process of spiritual formation. The findings reveal that human frailty becomes an instrument through which divine power strengthens faith and nurtures spiritual endurance. Practically, this theology of resilience provides valuable insights for pastoral ministry, Christian religious education, and the development of the church as a resilient and compassionate community capable of accompanying believers through global crises.
Pendidikan Agama Kristen dan Transformasi Spiritualitas Mahasiswa: Analisis Konseptual dan Refleksi Literatur Andrea Elfata Ratulangi
Educatum: Jurnal Dunia Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI), Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/je.v2i1.81-94

Abstract

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, krisis spiritual di kalangan mahasiswa menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual agar mampu menghadapi kompleksitas kehidupan dengan integritas dan nilai-nilai Kristiani. Pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis dalam membentuk dan mentransformasi spiritualitas mahasiswa, bukan sekadar sebagai mata kuliah wajib, melainkan sebagai wadah pembentukan karakter dan kedewasaan iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual kontribusi Pendidikan Agama Kristen terhadap transformasi spiritualitas mahasiswa melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan melalui telaah terhadap literatur teologis, filsafat pendidikan, dan hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi spiritual mahasiswa dapat terjadi apabila Pendidikan Agama Kristen dirancang tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan praksis melalui refleksi iman, pengalaman hidup, serta pembinaan komunitas rohani. Nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, pengorbanan, dan relasi dengan Allah menjadi dasar pertumbuhan spiritual yang utuh dan kontekstual dalam kehidupan kampus. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen memiliki potensi besar dalam mentransformasi spiritualitas mahasiswa secara holistik, apabila dilaksanakan dengan pendekatan yang integratif, reflektif, dan aplikatif. Artikel ini merekomendasikan agar para pendidik Kristen mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada isi materi, tetapi juga pada pembentukan spiritualitas yang relevan dengan tantangan zaman.
Pembinaan Kerohanian sebagai Upaya Penguatan Nilai-Nilai Spiritual bagi Staf dan Pegawai di Politeknik Negeri Kupang Liston Sihombing; Yunardi Kristian Zega; Andrea Elfata Ratulangi; Yanti Secilia Giri; Supiyani
Devotion: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v2i2.68-78

Abstract

Dalam dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif, kebutuhan akan pembinaan nilai-nilai spiritual menjadi semakin penting, khususnya dalam lingkungan pendidikan tinggi. Staf dan pegawai sebagai bagian integral dari sistem institusi pendidikan, tidak hanya dituntut untuk profesional dalam tugas, tetapi juga memiliki karakter dan integritas yang berakar pada nilai-nilai spiritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan nilai-nilai spiritual melalui program pembinaan kerohanian bagi staf dan pegawai di Politeknik Negeri Kupang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen-dosen Pendidikan Agama Kristen dan melibatkan 37 peserta dari berbagai unit kerja. Metode pelaksanaan dilakukan melalui ibadah, penyampaian materi tematik, diskusi reflektif, dan evaluasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, peningkatan kesadaran spiritual, serta komitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan kerja. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki dampak positif terhadap kualitas personal dan profesional pegawai, serta layak untuk dijadikan program rutin institusi.