Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DEKONSTRUKSI TAFSIR BIAS GENDER: KRITIK FEMINISME TERHADAP POLIGAMI DALAM KITAB TAFSIR INDONESIA Qurniawan, Zul Erpan
AN-NISA Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v18i1.8001

Abstract

This study critically examines gender bias in the interpretation of Qur'an Surah An-Nisa verse 3 by analyzing eight classical Indonesian tafsir (exegesis) texts. Employing a qualitative content analysis approach, the research uncovers how patriarchal ideology has historically shaped the understanding of polygamy within these interpretations. The findings indicate that many classical scholars framed polygamy in ways that subordinate women, often portraying them as passive recipients of male authority. Common justifications for polygamy—such as a wife’s infertility, disobedience, or inability to fulfill marital obligations—are shown to stem not from the Qur’anic text itself but from prevailing cultural norms and patriarchal assumptions. These interpretations, while influential, often overlook the ethical and egalitarian spirit of the Qur’an, particularly its emphasis on justice and compassion. The study calls for a re-evaluation of such interpretations through a contemporary lens that prioritizes contextual understanding and gender equity. By advocating for a justice-oriented hermeneutic, this research contributes to the broader discourse on Islamic reform and gender justice. It emphasizes the need for interpretations that reflect the Qur’an’s core values of fairness, dignity, and humanity, thereby promoting a more inclusive and balanced view of women’s roles in modern Muslim societies
Nilai Maaf dalam Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka: Fenomena Cancel Culture di Media Sosial Hakim, Lukmanul; Qurniawan, Zul Erpan; Prayoga, Sendy; Rizqi, Muhammad
Syariati: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hukum Vol 11 No 1 (2025): SYARIATI : Jurnal Studi Al Qur'an dan Hukum
Publisher : Fakultas Syari'ah dan Hukum (FSH) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/syariati.v11i1.8612

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai maaf yang diajarkan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan relevansinya dalam merespons fenomena cancel culture di media sosial. Cancel culture adalah praktik sosial yang melibatkan penghukuman massal terhadap individu yang dianggap melanggar norma tanpa memberikan ruang untuk klarifikasi atau perbaikan. Fenomena ini sering menciptakan konflik emosional, polarisasi, dan kerusakan sosial. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengeksplorasi penafsiran Buya Hamka terhadap ayat-ayat seperti Surah Ali-'Imran ayat 134 dan 159, serta Al-A’raf ayat 199, yang menekankan nilai-nilai menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai maaf tidak hanya menawarkan solusi teoretis tetapi juga menjadi panduan aplikatif untuk menyelesaikan konflik sosial modern. Dengan mengintegrasikan nilai moral Al-Qur'an ke dalam fenomena cancel culture, artikel ini memberikan kontribusi baru dalam ilmu penafsiran, menjadikannya relevan dengan tantangan era digital. Konsep ini relevan dalam menangani cancel culture, dengan menawarkan pendekatan berbasis dialog, rekonsiliasi, dan kontrol diri. Artikel ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana nilai maaf dalam tafsir Islam dapat diterapkan untuk mengatasi tantangan sosial modern.