Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Open Access DRIVERset

Analisis Senyawa Metabolit Sekunder Buah Tin (Ficus carica) yang Berpotensi Sebagai Antibakteri dengan Metode Molecular Docking Nainggolan, Tiara; Gultom, Endang Sulistyarini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p8

Abstract

Penyakit infeksi oleh bakteri patogen menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Penggunaan antibiotik merupakan terapi utama untuk mengatasi penyakit infeksi, namun penggunaan yang tidak sesuai dosis dan tidak tepat target dapat menyebabkan munculnya resistensi bakteri. Permasalahan ini mendorong pencarian obat berbasis bahan alam. Tanaman tin (Ficus carica) merupakan salah satu tanaman yang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki berbagai efek farmakologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dari buah tin (Ficus carica) serta menganalisis potensi, sebagai dasar untuk pengembangan agen antibakteri baru. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Identifikasi senyawa metabolit sekunder dilakukan menggunakan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Senyawa hasil GC-MS dilanjutkan menguji potensi dengan metode molecular docking. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan 6 senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri, yaitu 5-hydroxymethyl furfural, 4H-pyran-4-one, 2,3-dihydro-3,5-dihydroxy-6-methyl-, 2,5-furandicarboxaldehyde, n-hexadecanoic acid, 2-furancarboxaldehyde, 5-methyl-, serta ficusin. Berdasarkan molecular docking, senyawa ficusin memiliki energi ikatan terbaik, yaitu sebesar –7,2 kcal/mol pada bakteri Pseudomonas aeruginosa (LasR). Peneltian ini menunjukkan bahwa buah tin (Ficus carica) memiliki potensi sebagai sumber senyawa metabolit sekunder untuk pengembangan agen antibakteri alami.