Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SWAMEDIKASI DALAM MENGATASI NYERI MENSTRUASI (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI Ridha Elhanina Ramadhani; Andriyani; Nurmalia Lusida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4379

Abstract

Nyeri yang terasa pada bagian perut bawah saat menstruasi disebut dismenore. Prevalensi dismenore di Indonesia mencapai 98,8%. Dismenore berdampak pada psikologi, fisik, ekonomi, dan sosial. Jika dismenore tidak diobati dengan baik, maka dapat menyebabkan permasalahan baru seperti nyeri tak kunjung sembuh dan efek samping dari obat yang dikonsumsi. Pengobatan dismenore arau nyeri haid dipengaruhi oleh sikap, pengetahuan, dan perilaku remaja putri dalam melakukan swamedikasi. Riset ini bertujuan untuk menganalisis penelitian lima tahun terakhir terkait swamedikasi remaja putri dalam menangani nyeri mentruasi (dismenore). Literature review melalui 15 jurnal yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi ialah metode yang digunakan pada penelitian ini. Jurnal diambil dari database, misalnya Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Hasil kajian menunjukan bahwa pengetahuan berkaitan dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi dismenorea. Penting bagi remaja putri untuk memiliki pengetahuan mengenai penanganan dismenorea, dimana penambahan wawasan tersebut dapat diupayakan melalui penyuluhan atau pendekatan pada remaja putri seperi membaca berbagai media, bertanya pada tenaga kesehatan, teman atau keluarga. Oleh karena itu peran keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan teman sangatlah penting untuk penerapan langkah-langkah guna mengatasi masalah kesehatan ini dengan cara yang lebih efisien.
Analisis Determinan Perilaku Aktivitas Fisik pada Remaja Berdasarkan Theory of Planned Behavior Ridha Elhanina Ramadhani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i2.6911

Abstract

Rendahnya aktivitas fisik di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan fisik dan mental jangka panjang. Perilaku aktivitas fisik remaja dipengaruhi oleh faktor individu, psikososial, dan lingkungan sosial, sehingga pendekatan berbasis teori perilaku sangat diperlukan untuk memahami determinan yang ada. Studi ini menganalisis determinan perilaku aktivitas fisik remaja menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), yang mencakup sikap terhadap aktivitas fisik, norma subjektif, kontrol perilaku yang dirasakan, dan niat berperilaku. Penelitian ini mengadopsi desain tinjauan pustaka naratif dengan mengevaluasi lima artikel riset yang relevan, yang dipilih berdasarkan penggunaan TPB. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa semua konstruk dalam TPB berperan dalam membentuk niat aktivitas fisik remaja, meski kekuatan pengaruhnya bervariasi. Kontrol perilaku yang dirasakan menjadi determinan paling konsisten berkaitan dengan niat dan perilaku fisik aktual, sementara sikap positif dan dukungan dari lingkungan sosial juga memperkuat niat untuk bergerak aktif. Penelitian menunjukkan bahwa niat berperilaku saja tidak cukup untuk memicu perubahan berkelanjutan dalam aktivitas fisik tanpa adanya dukungan dari persepsi kontrol dan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, intervensi kesehatan perlu dirancang secara komprehensif dengan fokus pada penguatan sikap positif, norma sosial yang mendukung, dan kontrol perilaku yang dirasakan untuk meningkatkan tingkat aktivitas fisik remaja secara berkelanjutan.