Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of Teacher Readiness in Geography Lesson Planning at State Senior High Schools in Yogyakarta City for the Implementation of the Merdeka Curriculum Fathoni, M. Rizal; Nursa'ban, Muhammad
Geomedia Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol. 23 No. 1 (2025): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v23i1.84188

Abstract

The structural changes in the Merdeka Curriculum, particularly in the Geography subject, have made it challenging for teachers to adopt and adapt. This study evaluates teachers' readiness in Geography lesson planning, analyzes obstacles, and provides recommendations for implementing the Merdeka Curriculum using Stufflebeam's Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model. The research focuses on teachers' readiness to implement the Merdeka Curriculum, with geography teachers from six high schools (SMA) in Yogyakarta City categorized as independently changing schools, as the research subjects. The evaluation results indicate that Geography teachers in Yogyakarta City high schools are highly prepared for lesson planning, with an overall score of 66, based on Context: 86.5, Input: 36.8, Process: 91, and Product: 43. Key indicators include understanding the curriculum, facilities, lesson planning, assessment processes, and teaching modules. However, teachers still face challenges due to curriculum restructuring, requiring them to understand fundamental concepts. Training and in-depth material studies are essential to enhance teachers' soft skills and optimize curriculum implementation.
Analisis Kebijakan Pemilihan Fleksibilitas Mata Pelajaran Sesuai dengan Minat dan Bakat Peserta Didik Fathoni, M. Rizal; Nursanti, Annisa Dwi; Suranto, Suranto
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v14i4.23914

Abstract

Kebijakan penjurusan sejak awal jenjang SMA dinilai telah menimbulkan berbagai persoalan, seperti ketidaksesuaian jurusan, menurunnya motivasi belajar, serta ketimpangan dalam akses dan kesiapan antar sekolah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan baru yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024, yang memberikan keleluasaan kepada peserta didik dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan rencana masa depan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan analisis isi terhadap berbagai dokumen kebijakan dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan belajar dan pengembangan diri peserta didik, namun di sisi lain masih menghadapi tantangan implementatif, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung. Diperlukan penguatan kapasitas sekolah berupa sumber daya dan bimbingan serta sinkronisasi lintas jenjang pendidikan agar kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan