U.Nurzia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyelesaian Sengketa Tanah Melalui Mediasi U.Nurzia
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i1.3985

Abstract

Dalam penyelesaian sengketa tanah yang masih memungkinkan para pihak untuk bertemu dan mencapai kata sepakat kiranya masih memungkinkan untuk memberikan peran kepada seorang mediator.Dimana nantinya akan memberikan bantuan kepada para pihak yang bersengketa untuk mengadakan sebuah kesepakatan yang kedepannya dapat bermanfaat sesuai kebutuhan serta memenuhi rasa keadilan. Meskipun mediator tidak memiliki kewenangan untuk campur tangan dalam memutuskan dan menentukan hasil akhir kesepakatan karena keputusan berada di tangan para pihak yang bersengketa,Para pihaklah yang harus memutuskan karena lebih mengetahui apa yang menjadi kehendak dari para pihak yang bersengketa. Peran dari mediator ini dapat diwujudkan dalam berbagai sengketa, seperti dalam bidang hukum yang menjadi focus penulisan ini, yakni di bidang pertanahan. Permasalahan pertanahan semakin marak dan meningkat terus dari waktu ke waktu belakangan ini, bukan hanya konflik vertikal diantara masyarakat dan pemerintah (pihak yang berwenang) tetapi juga konflik horizontal antara sesama anggota (kelompok) masyarakat.
Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Terhadap Kerusakan Ekosistem Mangrove U.Nurzia
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4962

Abstract

Rusaknya ekosistem mangrove akan berdampak pada habitat beberapa fauna laut yang bernilai ekonomis, bagi nelayan ini dapat berakibat menurunnya hasil tangkapan karena menurunnya populasi ikan. Tidak ada lagi tempat ikan untuk berkembang biak dan mencari makan. Luas kawasan hutan mangrove yang semakin berkurang dengan kondisi yang juga cukup memprihatinkan, disebabkan terjadinya konversi lahan dan perluasan lahan perkebunan. Hal ini menjadikan kualitas lingkungan menurun,terjadi abrasi dan intrusi air laut,hal ini tentunya mengancam kehidupan organisme yang hidup di wilayah kawasan pantai. Kerusakan ekosistem mangrove disebabkan oleh faktor manusia dan faktor alam, namun faktor manusialah yang lebih dominan. Manusia dengan segala kelebihan yang diberikan ALLAH SWT berupa akal dan fikiran dapat mengambil apa saja manfaat dari alam dan lingkungan yang dikehendakinya. Sebaliknya manusia dapat bertindak dan bersikap sebagai pengabdi terhadap alam dan lingkungannya apabila dia sadar bahwa kerusakan yang terjadi nantinya akan mendatangkan kerugian besar pula pada dirinya. Sebab dalam hal ini manusia adalah bagian dari ekosistem. Peran masyarakat sangat diharapkan, karena apapun yang akan dilakukan masyarakat terhadap ekosistem dan lingkungannya akan kembali kepada dirinya. Oleh karena itu meningkatkan kepedulian masyakat sangat penting dan respon masyarakat yang cepat akan dapat mencegah kerusakan yang lebih parah. Selain itu tanggung jawab dan upaya nyata dari Pemerintah Daerah harus dapat diwujudkan sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah diatur dalam Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH).