Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA POST SPINAL ANESTESI DI RSUD DR. SOEDIRMAN KEBUMEN Sekar Arum Sudanningsih; Dwi Novitasari; Martyarini Budi S
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 8: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anestesi merupakan tindakan yang menghilangkan rasa sakit atau nyeri saat dilakukan tindakan pembedahan dan berbagai prosedur lain yang dapat menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Nyeri merupakan sebuah perasaan yang kurang menyenangkan pada seseorang karena menimbulkan rasa sakit. Penatalaksanaan nyeri terbagi menjadi dua yakni terapi farmakologi dan terapi non farmakologi. Relaksasi nafas dalam merupakan salah satu metode implementasi keperawatan di mana seorang perawat memiliki peran untuk mengajarkan seorang pasien untuk bernafas lambat atau menahan inspirasi secara maksimal dan bagaimana menghembuskan nafasnya secara perlahan. Tujuan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui efektivitas teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien sectio caesarea pasca spinal anestesi. Metode. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagaimana cara mengajarkan pasien untuk bernafas lambat dan mengajarkan pasien bagaimana menghembuskan nafasnya secara perlahan. Dengan sasaran pasien 30 orang selama 2 bulan. Rencana luaran. Rencana luaran pada program PkM ini adalah video teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri pada pasien sectio caesarea post spinak anestesi di RSUD Dr. Soedirman Kebumen Rencana luaran pada program PkM ini adalah video teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi nyeri pada pasien sectio caesarea post spinak anestesi di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Untuk hasil kegiatan dapat diharapkan dapat diterbitkan pada Jurnal Ilmiah Dikti: e-jurnal dikti
Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pasca Anestesi Spinal Di RSUD Brebes Alfaruqi Shilahul Aziz; Amin Susanto; Martyarini Budi S
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menggigil merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan peningkatan aktivitas otot yang sering terjadi selama anestesi, khususnya anestesi spinal pada pasien bedah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah menggigil pasca anestesia spinal di ruang pemulihan RSUD Brebes berhubungan dengan lamanya operasi. Penelitian kuantitatif observasional analitik digunakan dalam penelitian ini. Purposive sampling digunakan untuk memilih 50 responden sebagai sampel penelitian ini. Hasil penelitian ini didapatkan responden yang mengalami shivering sebanyak 29 responden (58%), proporsi paling banyak yang mengalami shivering yaitu shivering derajat 3 sebanyak 11 responden (22%) dan proporsi paling sedikit yaitu shivering derajat 1 sebanyak 8 responden (16%). Sedangkan yang tidak mengalami shivering sebanyak 21 responden (42%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa di ruang pemulihan RSUD Brebes, kejadian menggigil setelah anestesi spinal berkorelasi dengan lamanya prosedur pembedahan, dengan nilai signifikansi 0,001 dan nilai p ≤(0,05), keduanya dianggap signifikan.
Manajemen Perioperatif pada Tindakan Eksisi Tumor Mammae dengan Anestesi Umum : Studi Kasus Yuniani Candrasari; Mario Fransisco Putra Tjiku; Putri Dwi Minantry; Dwi Novitasari; Martyarini Budi S
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mammary tumor is an abnormal growth in breast tissue that can be classified as either benign or malignant. Early detection and appropriate treatment are crucial to prevent complications and ensure optimal patient outcomes. This case study describes the perioperative management of a 44-year-old female patient diagnosed with left mammary tumor (tumor mammae sinistra), who underwent excision surgery. The research method applied was a descriptive observational design with a case study approach. Data were collected from medical records, physical examination, laboratory findings, imaging results, and continuous monitoring of vital signs during the preoperative, intraoperative, and postoperative periods. The findings showed that a comprehensive approach, including thorough preoperative assessment, careful anesthetic induction, precise surgical excision, and intensive postoperative monitoring, resulted in stable hemodynamic status and reduced the risk of perioperative complications. The patient demonstrated a favorable recovery with no recurrence observed in the short-term follow-up. In conclusion, comprehensive perioperative management in excision of a mammary tumor provides a positive prognosis and underscores the importance of multidisciplinary collaboration between surgical and anesthesia teams. Moreover, this case highlights the potential benefits of adopting similar protocols for patients undergoing mammary tumor surgery