Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF CARE MANAJEMEN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PERAWATAN PLUS AWA'AI KECAMATAN SITOLU ORI KABUPATEN NIAS UTARA TAHUN 2024 Dedi Mizwar Tarihoran; Percaya Hia; Siti Ratna Harefa; Indah Mardia Parangin-Angin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 10: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan penderitanya mengalami kenaikan pada kadar glukosa darah dalam tubuhnya. Dukungan yang biasa diterima pasien biasanya memberikan semangat, serta membantu dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan Self Care manajemen pasien diabetes mellitus di Puskesmas Perawatan Plus Awa'ai Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu peneliti melakukan pengukuran atau penelitian dalam satu waktu.). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode total sampling. Sampel yang digunakan dalam hal ini adalah 34 orang penderita diabetes melitus di Puskesmas Perawatan Plus Awa'ai Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara. Hasil penelitian didapatkan bahwa 28 responden (82,4%) yang memiliki dukungan keluarga yang baik, dari 6 responden (17,5%) yang memiliki dukungan keluarga yang cukup. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari 19 responden (55,9%) melaksanakan self care manajemen dengan baik, dari 15 responden (44,1%) melaksanakan self care manajemen yang cukup. Dari hasil pengujian statistik dengan uji korelasi rank spearman dengan SPSS, didapatkan hasil korelasi hubungan antara dukungan keluarga dengan self care manajemen pada pasien diabetes melitus adalah dukungan keluarga (0,918) dengan tingkat signifikan (lebih kecil dari 0,05). Sehingga sesuai dengan kriteria bisa disimpulkan bahwa Hı diterima yang artinya dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan self care manajemen pada pasien diabetes melitus terbukti kebenarannya
Efektivitas Dapur Umum di Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) dalam Pemenuhan Kebutuhan Gizi pada Anak-Anak Pasca Bencana di Kelurahan Hutanabolon Kecamatan Tukka Fridella Grace Natalia Tarigan; Rumiris Simatupang; Percaya Hia; Siti Ratna Harefa; Soeandi Malik Pratama
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2118

Abstract

Floods and landslides in Hutanabolon Village, Tukka District, Central Tapanuli Regency have disrupted access to food and health services, particularly for vulnerable groups such as children. Public kitchens, as the frontline of emergency nutrition response, face challenges in providing food that meets the specific nutritional needs of children. This study aims to evaluate the effectiveness of public kitchens at Disaster Emergency Response Posts (TDB) in meeting the nutritional needs of post-disaster children, identify supporting and inhibiting factors, and formulate recommendations for improving the public kitchen management system. The research employed a descriptive evaluative approach using survey methods, structured interviews, direct observation, 24-hour dietary recall, and anthropometric measurements (weight and height). The study subjects included 15 children aged 1–12 years and 8 public kitchen managers selected purposively. Data were analyzed descriptively by comparing nutritional intake against the Recommended Dietary Allowance (RDA) standards and analyzing kitchen management practices based on emergency nutrition guidelines. The findings revealed that children's average energy intake was only 1,140 kcal/day (below the minimum standard of 1,200–2,000 kcal/day) and protein intake was 18.7 g/day (below the standard of 20–35 g/day). A total of 33.3% of children were classified as having malnutrition to severe malnutrition based on weight-for-age indicators. Public kitchen management showed weaknesses in menu planning (100% had no child-specific menu), managers' nutritional knowledge (62.5% categorized as low), food availability (75% relied on instant aid without variation), and limited cross-sectoral coordination (50%). The effectiveness of public kitchens in meeting children's nutritional needs after disasters remains low.