Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Prinsip, Regulasi, Dan Implementasi Hukum Inventaris Dalam Investasi Syariah Dahlan, Ahmad Zaeni; Hafizd, Jefik Zulfikar; Hakim, Jihan Fadhilah
Al Barakat Vol 5 No 01 (2025): Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/jab.v5i01.278

Abstract

ABSTRACT: Inventory management plays a crucial role in ensuring accountability and transparency in various sectors, both public and private. In Islamic law, inventory management is not only based on administrative aspects but also on the principles of Sharia, which emphasize amanah (trust), maslahah (benefit), and justice. This study aims to analyze the principles, regulations, and implementation of inventory law from an Islamic perspective. The research employs a qualitative approach with a normative-juridical method, focusing on literature review and document analysis. The findings indicate that the principle of amanah demands honesty and responsibility in managing assets, while maslahah ensures that inventory management benefits all stakeholders and prevents misuse. Additionally, the principle of justice guarantees fair and equitable distribution of assets. However, challenges arise due to the lack of standardized regulations and the need for harmonization between Islamic law and existing legal frameworks. This study recommends the development of a Sharia-compliant inventory management system that aligns with modern regulatory standards while maintaining Islamic ethical values. Keywords: Inventory law; Islamic law; Amanah; Maslahah; Justice. ABSTRAK: Pengelolaan inventaris memiliki peran krusial dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi di berbagai sektor, baik publik maupun swasta. Dalam hukum Islam, pengelolaan inventaris tidak hanya bertumpu pada aspek administratif, tetapi juga harus berlandaskan prinsip-prinsip syariah, seperti amanah (kepercayaan), maslahah (kemanfaatan), dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip, regulasi, dan implementasi hukum inventaris dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-normatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip amanah menuntut kejujuran dan tanggung jawab dalam mengelola aset, sedangkan maslahah memastikan bahwa pengelolaan inventaris memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan dan mencegah penyalahgunaan. Prinsip keadilan menjamin distribusi aset yang adil dan merata. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti belum adanya regulasi standar dan perlunya harmonisasi antara hukum Islam dan sistem hukum yang berlaku. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pengelolaan inventaris berbasis syariah yang selaras dengan standar regulasi modern, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai etika Islam.
Analisis Prinsip, Regulasi, Dan Implementasi Hukum Inventaris Dalam Investasi Syariah Dahlan, Ahmad Zaeni; Hafizd, Jefik Zulfikar; Hakim, Jihan Fadhilah
Al Barakat Vol 5 No 01 (2025): Al Barakat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59270/jab.v5i01.278

Abstract

ABSTRACT: Inventory management plays a crucial role in ensuring accountability and transparency in various sectors, both public and private. In Islamic law, inventory management is not only based on administrative aspects but also on the principles of Sharia, which emphasize amanah (trust), maslahah (benefit), and justice. This study aims to analyze the principles, regulations, and implementation of inventory law from an Islamic perspective. The research employs a qualitative approach with a normative-juridical method, focusing on literature review and document analysis. The findings indicate that the principle of amanah demands honesty and responsibility in managing assets, while maslahah ensures that inventory management benefits all stakeholders and prevents misuse. Additionally, the principle of justice guarantees fair and equitable distribution of assets. However, challenges arise due to the lack of standardized regulations and the need for harmonization between Islamic law and existing legal frameworks. This study recommends the development of a Sharia-compliant inventory management system that aligns with modern regulatory standards while maintaining Islamic ethical values. Keywords: Inventory law; Islamic law; Amanah; Maslahah; Justice. ABSTRAK: Pengelolaan inventaris memiliki peran krusial dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi di berbagai sektor, baik publik maupun swasta. Dalam hukum Islam, pengelolaan inventaris tidak hanya bertumpu pada aspek administratif, tetapi juga harus berlandaskan prinsip-prinsip syariah, seperti amanah (kepercayaan), maslahah (kemanfaatan), dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip, regulasi, dan implementasi hukum inventaris dalam perspektif Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode yuridis-normatif melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip amanah menuntut kejujuran dan tanggung jawab dalam mengelola aset, sedangkan maslahah memastikan bahwa pengelolaan inventaris memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan dan mencegah penyalahgunaan. Prinsip keadilan menjamin distribusi aset yang adil dan merata. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasinya, seperti belum adanya regulasi standar dan perlunya harmonisasi antara hukum Islam dan sistem hukum yang berlaku. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pengelolaan inventaris berbasis syariah yang selaras dengan standar regulasi modern, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai etika Islam.
Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Dengan Lingkungan Multiaktivitas Di Pondok Pesantren As-Syafi’iyah Soleh, Rizky Ainun; Dahlan, Ahmad Zaeni
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5417

Abstract

Riset ini mencoba membongkar persoalan pembelajaran bahasa Arab di Asrama Bahasa Arab Pondok Pesantren As-Syafi'iyah, tempat di mana santri menjalani aktivitas yang luar biasa padat. Bagaimana mereka dan para ustadz menghadapi tantangan belajar bahasa di tengah kesibukan akademik, sosial, dan keagamaan? Itulah yang ingin kami ungkap. Kami pakai pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena metode ini memungkinkan penggalian mendalam terhadap pengalaman nyata dan strategi adaptif yang muncul. Data dikumpulkan lewat wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi. Partisipannya: beberapa ustadz bahasa Arab, musyrif asrama dan santri yang dipilih secara purposive. Hasilnya? Ada tiga temuan besar. Pertama, lingkungan multiaktivitas ternyata benar-benar menekan. Waktu terbatas, beban kognitif santri tinggi. Kedua, muncul strategi kreatif seperti pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari atau kolaborasi antar teman. Cara-cara ini cukup efektif menjaga praktik berbahasa tetap jalan. Ketiga, konsistensi penggunaan bahasa Arab masih jadi masalah serius. Banyak santri takut salah saat bicara, ditambah kurangnya dukungan sosial dari lingkungan. Temuan ini memperkuat relevansi Sociocultural Learning Theory dan Cognitive Load Theory dalam konteks pesantren, menegaskan bahwa pemerolehan bahasa sangat dipengaruhi interaksi sosial, budaya institusional, dan manajemen aktivitas. Secara praktis, kami merekomendasikan kebijakan manajemen waktu yang lebih humanistik dan pelatihan guru sebagai fasilitator. Riset selanjutnya bisa mengeksplorasi integrasi teknologi digital untuk memperkuat lingkungan berbahasa.