Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KEBIJAKAN PEMERINTAH TENTANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Nurfaizin, Fikrial; Firdaus, Arif Fakih
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i2.5384

Abstract

Educators and education personnel (PTK) play a crucial role in the implementation of quality education. To support this strategic role, the Indonesian Government has established various policies, such as Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers and Government Regulations concerning National Education Standards, which aim to strengthen the professionalism, welfare, and performance of PTK. This study aims to examine the form and substance of government policies regarding PTK, evaluate their implementation in the field, and analyze supporting and inhibiting factors in their implementation. Through a qualitative approach, this study found that although the policy has had a positive impact on improving the quality of education, various challenges such as uneven distribution of teachers, limited training, and resistance to change are still significant obstacles. Supporting factors such as routine training, utilization of technology, and principal supervision have proven to be able to strengthen the effectiveness of policy implementation. Therefore, continuous evaluation, cross-sector synergy, and policy adjustments are needed so that the goal of improving the quality of national education can be achieved evenly and sustainably. ABSTRAKPendidik dan tenaga kependidikan (PTK) memegang peranan krusial dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas. Untuk mendukung peran strategis ini, Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai kebijakan, seperti Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah terkait Standar Nasional Pendidikan, yang bertujuan memperkuat profesionalisme, kesejahteraan, dan kinerja PTK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan substansi kebijakan pemerintah mengenai PTK, mengevaluasi implementasinya di lapangan, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini menemukan bahwa meskipun kebijakan telah membawa dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, berbagai tantangan seperti distribusi guru yang tidak merata, keterbatasan pelatihan, dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi hambatan signifikan. Faktor-faktor pendukung seperti pelatihan rutin, pemanfaatan teknologi, dan supervisi kepala sekolah terbukti mampu memperkuat efektivitas implementasi kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi berkelanjutan, sinergi lintas sektor, serta penyesuaian kebijakan agar tujuan peningkatan mutu pendidikan nasional dapat tercapai secara merata dan berkelanjutan.
PELAKSANAAN FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN DALAM LEMBAGA KEPENDIDIKAN ISLAM Nurfaizin, Fikrial; Jabar, Jaja Abdul; Zohriah, Anis; Patimah, Siti
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 1 No. 1 (2025): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v1i1.817

Abstract

In today's competitive era of globalization, management plays a strategic role in optimizing the performance of Islamic educational institutions to produce high-quality human resources. This study aims to examine the implementation of management functions—particularly the planning function—and their contribution to achieving educational goals. The planning function, which includes needs identification, vision and mission setting, goal determination, and evaluation, has been shown to enhance institutional effectiveness through optimal resource utilization, clear direction, and adaptability to change. Additionally, this research highlights the importance of leadership, innovative learning strategies, and the integration of technology as key factors in the success of educational management. Despite facing various challenges such as limited resources and resistance to change, educational institutions can overcome these obstacles through appropriate managerial strategies, stakeholder engagement, and continuous improvement. The findings of this study are expected to contribute to the development of more effective and responsive management practices within the context of Islamic educational institutions in Indonesia.  
PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Nurfaizin, Fikrial; Nursaidah, Nursaidah; Patimah, Siti; Lugowi, Rifyal Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7675

Abstract

Penelitian ini membahas pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai strategi strategis dalam meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan efektivitas organisasi pendidikan di era digital. Tujuan penelitian adalah menganalisis model pelatihan dan pengembangan SDM yang efektif, berkelanjutan, serta relevan dengan kebutuhan instansi pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur, jurnal, dan kebijakan pemerintah terkait pengembangan SDM di bidang pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas pelatihan dipengaruhi oleh analisis kebutuhan yang akurat, dukungan manajerial, desain pembelajaran berbasis blended-experiential learning, serta evaluasi berlapis menggunakan model Kirkpatrick. Ditemukan pula bahwa keberhasilan implementasi program dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti kebijakan pemerintah, komitmen pimpinan sekolah, budaya organisasi kolaboratif, dan motivasi tenaga pendidik. Sebaliknya, keterbatasan anggaran, resistensi terhadap perubahan, dan minimnya tindak lanjut pascapelatihan menjadi hambatan utama. Kajian ini merekomendasikan model pelatihan berbasis Continuous Professional Development (CPD) dengan pendekatan blended-experiential learning sebagai solusi strategis untuk mewujudkan pengembangan SDM pendidikan yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan. Dengan penerapan model tersebut, institusi pendidikan diharapkan mampu membangun budaya belajar organisasi yang responsif terhadap perubahan zaman serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan.
NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI LANDASAN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM Nursaidah, Nursaidah; Nurfaizin, Fikrial; Supardi, Supardi; Gunawan, Agus
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan konseptual dan praktis dalam pelaksanaan supervisi pendidikan Islam. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan pembinaan guru yang tidak hanya berorientasi teknis dan administratif, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual, moral, dan humanis sesuai prinsip ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang berfokus pada analisis teks Al-Qur’an, hadis, serta literatur akademik dan jurnal ilmiah nasional maupun internasional periode 2020–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima nilai utama kepemimpinan Rasulullah SAW — yaitu uswah hasanah (keteladanan), syura (musyawarah), rahmah (kasih sayang), amanah (tanggung jawab dan keadilan), serta tarbiyah dan ta’dib (pembinaan dan penanaman adab) — memiliki relevansi kuat terhadap prinsip dan praktik supervisi pendidikan Islam. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka supervisi yang partisipatif, empatik, transparan, dan berorientasi pada peningkatan profesionalisme serta pembentukan karakter guru sebagai teladan moral. Kesimpulannya, integrasi nilai-nilai kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam supervisi pendidikan Islam tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran dan kinerja guru, tetapi juga mengembalikan fungsi pendidikan sebagai proses pembentukan insan kamil. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model supervisi Islami berbasis nilai kenabian untuk diterapkan secara sistematis dalam lembaga pendidikan Islam modern.