S. Hasan, Yeti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN HUKUM TERHADAP TINDAK KEJAHATAN PERJUDIAN ONLINE BERDASARKAN UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DI KABUPATEN GORONTALO UTARA Ibrahim, Vicky; S. Hasan, Yeti
Maleo Law Journal Vol. 9 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mlj.v9i1.7341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Hukum Terhadap Tindak Kejahatan Perjudian Online Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Kabupaten Gorontalo Utara (2) Faktor penghambat Penerapan Hukum Terhadap Tindak Kejahatan Perjudian Online Berdasarkan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Di Kabupaten Gorontalo Utara. Metode yang digunakan penulis dalam Penelitian hukum ini adalah jenis penelitian hukum Normatif-Empiris penelitian hukum ini merupakan jenis yang menggunakan data sekunder (dari perpustakaan) dan didukung oleh data primer berdasarkan penelitian lapangan, seperti observasi, wawancara, dan suvei. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah disusun oleh penulis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1). Pertama, upaya pencegahan yang dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat dan pemblokiran situs-situs terindikasi judi online. Kedua, penegakan hukum yang dilakukan dengan menindak tegas pelaku kejahatan judi online. (2). Faktor penghambat Substansi Hukum, Sturuktur Hukum dan Budaya Hukum Peran Kepolisian Dalam Penegakkan Hukum Terhadap Kejahatan Perjudian Online (1) Agar pihak Kepolisian di Provinsi Gorontalo meningkatkan sosialisasi tentang dampak negatif judi online melalui seminar dan kampanye media sosial. (2) Substansi hukum perlu diperjelas dengan definisi dan sanksi tegas. Koordinasi antar lembaga penegak hukum harus ditingkatkan melalui tim khusus yang melibatkan Kepolisian, Bareskrim, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Masyarakat juga perlu diedukasi tentang bahaya judi online melalui kampanye kesadaran hukum dengan tokoh masyarakat untuk mendorong partisipasi dalam penegakan hukum
Evaluasi Hukum Pemerintahan Daerah Terhadap Implementasi Pajak Karbon Sebagai Instrumen Green Fiscal Policy: Legal Evaluation of Local Government on the Implementation of Carbon Tax as an Instrument of Green Fiscal Policy Ibrahim, Vicky; S. Hasan, Yeti; Sholehah, Nur Lazimatul Hilma
Constitution Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Constitution Journal December 2025
Publisher : UIN Kiai Haji Ahmad Sidiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/constitution.v4i2.193

Abstract

Carbon tax is a fiscal instrument designed to control carbon emissions while supporting sustainable development. However, its implementation at the regional level still faces problems of authority and institutional readiness that are not yet optimally integrated. This study aims to evaluate the legal framework, the authority of local governments, and institutional preparedness in the implementation of carbon tax as an instrument of green fiscal policy, with a specific focus on Gorontalo Province. The research method employed is normative legal research with a statutory approach, complemented by empirical data obtained through interviews with relevant agencies, namely the Regional Development Planning Agency (Bappeda), the Regional Revenue Agency (Bapenda), and the Environmental Agency (DLH). The findings indicate that the regulation of carbon tax under Law Number 7 of 2021 on the Harmonization of Tax Regulations remains centralized and does not provide attribution of authority to local governments. Institutional preparedness at the regional level is also limited, as no regulation or coordination mechanism integrates the functions of planning, collection, and supervision. In addition, the main challenges identified include the absence of regional regulations, potential socio-economic burdens, and the lack of a transparent fiscal governance mechanism. This study concludes that the success of carbon tax implementation as a green fiscal instrument requires strengthening of the legal framework, institutional capacity, and fiscal governance at the regional level. Abstrak Pajak karbon merupakan instrumen fiskal yang dirancang untuk mengendalikan emisi karbon sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Namun, pelaksanaannya di tingkat daerah masih menghadapi persoalan kewenangan dan kelembagaan yang belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerangka hukum, kewenangan pemerintah daerah, serta kesiapan kelembagaan dalam implementasi pajak karbon sebagai instrumen green fiscal policy, dengan fokus kajian di Provinsi Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, dilengkapi dengan data empiris melalui wawancara dengan instansi terkait, yaitu Bappeda, Bapenda, dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan pajak karbon dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan masih bersifat sentralistik dan tidak memberikan atribusi kewenangan kepada pemerintah daerah. Kesiapan kelembagaan di daerah juga terbatas karena belum ada regulasi maupun mekanisme koordinasi yang mengintegrasikan fungsi perencanaan, pemungutan, dan pengawasan. Selain itu, tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan regulasi daerah, potensi dampak sosial-ekonomi, serta belum adanya tata kelola fiskal yang transparan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pajak karbon sebagai instrumen fiskal hijau memerlukan penguatan aspek hukum, kelembagaan, dan tata kelola pada tingkat daerah.