Siliwangi, Siliwangi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KRITIS TERHADAP LARANGAN GHARAR DALAM TRANSAKSI BISNIS MODERN: STUDI PUSTAKA BERBASIS LITERATUR FIKIH MUAMALAH Siliwangi, Siliwangi
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v11i2.9104

Abstract

Larangan gharar (ketidakpastian) merupakan prinsip utama dalam fikih muamalah yang bertujuan untuk mencegah ketidakadilan dan eksploitasi dalam transaksi. Artikel ini bertujuan menganalisis larangan gharar dalam konteks transaksi bisnis modern melalui pendekatan studi pustaka yang memadukan literatur fikih klasik dan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan mengkaji kitab-kitab klasik, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan gharar masih relevan diterapkan dalam praktik bisnis modern, terutama yang melibatkan transaksi daring dan fintech. Namun, terdapat penyesuaian dalam interpretasi ulama kontemporer untuk mengakomodasi kebutuhan ekonomi modern. Artikel ini merekomendasikan regulasi yang lebih komprehensif terkait penerapan prinsip anti-gharar, terutama dalam transaksi digital yang semakin berkembang. Kata Kunci : Fikih Muamalah, Gharar, Transaksi Bisnis Modern, Ekonomi Syariah, Library Research
TRANSFORMASI HUKUM MUAMALAH DI ERA DIGITAL: ANALISIS AKAD SYARIAH PADA PLATFORM E-COMMERCE Siliwangi, Siliwangi
JURNAL EKONOMI DAN BISNIS (EKOBIS-DA) Vol. 6 No. 02 (2025): Juli- Agustus : Jurnal Ekonomi dan Bisnis (EKOBIS-DA)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/febi.v6i02.518

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam praktik muamalah, dari model transaksi konvensional menjadi sistem daring yang memanfaatkan e-commerce, fintech syariah, crowdfunding, dan smart contract berbasis blockchain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian akad-akad yang digunakan pada platform e-commerce dengan prinsip-prinsip syariah serta mengidentifikasi tantangan kepatuhan syariah yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, merujuk pada literatur fikih muamalah klasik dan kontemporer, fatwa DSN-MUI, serta regulasi nasional dan internasional terkait transaksi digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa akad-akad klasik seperti bai’, salam, istishna’, dan wakalah dapat diadaptasi ke dalam transaksi digital selama memenuhi rukun dan syarat sah akad, serta bebas dari unsur riba, gharar, dan maysir. Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak umumnya menggunakan kombinasi akad jual beli dan wakalah bi al-ujrah dalam mekanisme transaksinya. Meski demikian, ditemukan sejumlah praktik yang berpotensi melanggar prinsip syariah, seperti dropshipping tanpa kepemilikan barang, sistem cicilan berbunga, promosi berbasis kartu kredit konvensional, dan kurangnya transparansi dalam spesifikasi produk maupun harga. Penelitian ini juga menegaskan bahwa penerapan Shariah Governance Framework, penguatan regulasi, edukasi literasi digital syariah, dan inovasi fitur ramah syariah pada platform digital menjadi langkah strategis untuk memastikan transaksi daring selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah. Integrasi prinsip perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta dalam desain dan operasional e-commerce diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan digital yang halal, aman, adil, dan berkelanjutan di era globalisasi