This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Nurafifah, Shifa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Kimia Medisinal Terhadap Senyawa Nefrotoksik Dalam Makanan: Mekanisme Kerusakan Ginjal dan Implikasinya Terhadap Kesehatan Masyarakat Amin, Saeful; Juliyana, Anjar; Puspita, Dea; Hoerunisa, Pina; Darusman, Rafly Fadillah; Nurafifah, Shifa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44227

Abstract

Paparan terhadap senyawa-senyawa nefrotoksik dalam berbagai jenis produk pangan telah menjadi isu penting dalam bidang kesehatan masyarakat, mengingat peran vital ginjal dalam menjaga homeostasis tubuh. Sejumlah zat berpotensi toksik seperti logam berat (misalnya kadmium, timbal, dan merkuri), aditif makanan sintetis (seperti pemanis buatan dan pewarna kimia), serta kontaminan hasil proses termal seperti akrilamida dan heterosiklik amina, diketahui dapat menimbulkan kerusakan struktural dan fungsional pada jaringan ginjal secara kumulatif. Tujuan penelitian untuk memperluas wawasan terkait keberadaan senyawa nefrotoksik dalam makanan, mekanisme kerusakan ginjal yang ditimbulkannya, serta implikasi terhadap kesehatan masyarakat secara menyeluruh, khususnya dari pendekatan kimia medisinal. Hasil keberadaan senyawa nefrotoksik dalam bahan pangan merupakan ancaman yang signifikan bagi kesehatan ginjal, organ penting yang berperan dalam detoksifikasi, pengaturan tekanan darah, serta menjaga keseimbangan cairan tubuh. Senyawa seperti mikotoksin (seperti OTA dan citrinin), logam berat (timbal, kadmium, dan uranium), asam aristolochic, serta bahan tambahan makanan seperti nitrat, nitrit, dan pemanis buatan memiliki potensi besar dalam memicu kerusakan ginjal melalui mekanisme biologis dan kimiawi yang kompleks. Diharapkan, hasil kajian ini dapat menjadi kontribusi ilmiah dalam merumuskan strategi mitigasi risiko serta meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya keamanan pangan dalam menjaga kesehatan ginjal jangka panjang.