Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Studi In Silico Senyawa Bioaktif Pada Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) Sebagai Antikanker Amin, Saeful; Farhatunnisa, Elsa; Hawari, Khoirul; Fitriani, Lisa; Fadlillah, Raisya Ismah; Khoerunisa, Widia Salsabila
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.44460

Abstract

Kanker merupakan penyebab kematian utama di dunia dengan proyeksi peningkatan mencapai 16,4 juta kematian pada tahun 2040. Keterbatasan modalitas pengobatan konvensional mendorong eksplorasi bahan alam seperti kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai sumber antikanker potensial. Tujuan : menganalisis dan mengintegrasikan studi in silico terkini mengenai senyawa bioaktif kayu secang sebagai agen antikanker, termasuk identifikasi target molekuler potensial, mekanisme aksi, dan hubungan struktur-aktivitas. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA pada lima database elektronik (PubMed, Scopus, Science Direct, Google Scholar, Indonesia One Search) dengan kata kunci relevan dalam rentang 2020-2025. Kriteria inklusi meliputi studi original menggunakan pendekatan in silico yang menganalisis senyawa bioaktif kayu secang dengan fokus pada aktivitas antikanker. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kayu secang mengandung berbagai senyawa bioaktif terutama fenolik, flavonoid, brasilein, resorsinin, saponin, terpenoid, dan tanin yang berperan dalam menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, dan menghambat angiogenesis. Analisis molecular docking menunjukkan interaksi signifikan antara senyawa bioaktif dengan reseptor kunci dalam karsinogenesis, dengan afinitas pengikatan yang tinggi. Simulasi dinamika molekuler mengkonfirmasi stabilitas kompleks ligan-reseptor. Studi farmakokinetik in silico mengindikasikan bioavailabilitas oral yang baik, didukung sistem penghantaran fitosom dengan efisiensi penjerapan 95,44%. Kesimpulan: Pendekatan in silico berhasil mengidentifikasi mekanisme molekuler senyawa kayu secang sebagai antikanker potensial dengan aktivitas multi-target. Direkomendasikan integrasi data in silico dengan data eksperimental untuk pengembangan obat antikanker berbasis kayu secang yang efektif dan aman, termasuk studi toksisitas in silico sebagai langkah awal sebelum uji in vitro dan in vivo.
Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat dengan Benar) di Puskesmas Siliwangi Kabupaten Garut Khoerunisa, Widia Salsabila; Ruswanto, Ruswanto
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): Agustus
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i3.204

Abstract

Tingkat pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang tepat masih rendah, sehingga berisiko menyebabkan penyalahgunaan obat, medication error, dan pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Kegiatan dilaksanakan pada 19 April 2025 di Puskesmas Siliwangi, Kabupaten Garut, dengan melibatkan 46 peserta. Metode yang digunakan adalah penyuluhan berbasis partisipatif yang mencakup ceramah edukatif, distribusi leaflet, dan sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup penggolongan obat, cara memperoleh obat secara legal, penggunaan obat sesuai aturan, penyimpanan yang benar, dan pembuangan obat yang aman. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta serta peningkatan pemahaman mereka terhadap pengelolaan obat di rumah. Sesi tanya jawab memperlihatkan keaktifan peserta dan menjadi indikator keberhasilan penyampaian materi. Program DAGUSIBU terbukti relevan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan obat. Edukasi semacam ini diharapkan dapat membentuk perilaku masyarakat yang lebih bijak, bertanggung jawab, dan rasional dalam penggunaan obat